<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394</id><updated>2011-12-28T18:26:06.760+07:00</updated><category term='sumber: http://majalahenergi.com/'/><title type='text'>SOKORIA</title><subtitle type='html'>ele beu kami dau walo, ele wolo bewa kami dau lemba, dau mai walo leka kau, ngai puu leka kau kami mai, kami nge wau' beka kapa.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-8749382432728670676</id><published>2011-12-28T17:05:00.005+07:00</published><updated>2011-12-28T18:26:06.772+07:00</updated><title type='text'>CATATAN PENGHUJUNG 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Tahun 2011 akan segera berlalu, tinggal hitungan hari saja. Tepatnya tiga setengah hari lagi tahun 2011 akan berlalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tidak banyak yang dituliskan di blog tercinta ini, selain salinan dari berbagai sumber mengenai perkembangan proyek pembangkit listrik panas bumi di Mutubusa. Belum jelas. Pro dan kontra tentang proyek ini terus ada. Batas-batas area proyek masih dipermasalahkan, terutama oleh Balai Taman Nasional Kelimutu yang letaknya memang sangat dekat dengan Mutubusa. Negosiasi harga jual listrik antara PT Sokoria Geothermal Indonesia dan pihak PT PLN pun belum ada titik temu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Terasa lelah mengikuti perkembangan proyek ini dari tahun ke tahun. Berbagai sumber bacaan dicari. Ketika berselancar di internet, berita tentang Mutubusa selalu dicari. Tidak mengapa, demi Sokoria tercinta. Orang Sokoria harus tahu tentang apa saja yang terjadi di kampungnya. Orang Sokoria harus bisa melestarikan warisan leluhur: "Watu, Tana, Ae soli Nggua Bapu". "Ana Mamo Sekolengo" harus menjaga keharmonisan alam dan budaya yang dititipkan leluhur dari waktu ke waktu. Hal yang terbaik diharapkan dari proyek Panas Bumi Mutubusa untuk Sokoria tercinta dan Ende Lio seluruhnya. Jika mendatangkan dampak yang tidak baik,semua pihak yang terkait harus menerimanya dengan penuh kesadaran akan pentingnya kelestarian alam dan kehidupan.          &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tahun 2011 harus ditutup dengan berbagai kenangan penuh suka dan duka. Ada keberhasilan, ada kegagalan. Ada pengalaman penuh suka, juga ada yang penuh duka dan air mata. Ada yang datang, juga ada yang pergi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Catatan khusus tentang kepergian. Agustus 2011, tepatnya hari Sabtu tanggal 6, Bpk. Alfonsus Wiku berpulang menghadap Penciptanya. Beliau adalah salah seorang guru putra asli Sokoria angkatan awal. Pernah lama menjadi guru dan kepala sekolah di SDK Sokoria I. Meninggal di kota Ende, tempat tinggal terakhirnya bersama istri, anak-anak dan cucu-cucunya. Kecintaannya akan kampung halamannya Sokoria dan leluhurnya begitu besar, sehingga pada saat-saat terakhir hidupnya beliau telah berpesan kepada istri dan anak-anaknya agar membawanya kembali ke Sokoria dan dimakamkan di sana apabila beliau meninggal dunia. Wasiat ini pun dipenuhi. Pada hari minggu, 7 Agustus 2011 jenasahnya diberangkatkan ke Sokoria dan pada hari Senin, 8 Agustus 2011 dimakamkan berdampingan dengan kedua orangtuanya serta leluhurnya, tepat di depan "Sao' Ria Atalaki", rumah adatnya. Kini beliau berbaring dengan tenang di kesejukan dan hijau alam Sokoria yang selalu dirindukan dan dibanggakannya semasa hidupnya, tepat di bawah kaki Kelikiku yang anggun menjulang. Hal baik yang mungkin bisa kita ambil dari beliau adalah rasa cintanya akan Sokoria. Putra dan putri Sokoria yang kini sudah tersebar melampaui Sokoria, Ende, bahkan nusa nipa Flores harus tetap punya rasa cinta untuk Sokoria.  &lt;/span&gt;Bagaimana implementasinya? Silahkan masing-masing kita lakukan sesuai dengan cara dan talenta yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Hidup adalah perjalanan menuju keabadian. Perjalanan yang penuh liku-liku, penuh suka duka dan air mata, juga penuh canda dan tawa. Tetap berjuang, tetap semangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Selamat menyongsong tahun baru 2012 dengan penuh harapan dan perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;SALAM.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-8749382432728670676?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/8749382432728670676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/catatan-penghujung-2011.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8749382432728670676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8749382432728670676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/catatan-penghujung-2011.html' title='CATATAN PENGHUJUNG 2011'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-3838732168812156834</id><published>2011-12-28T16:54:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T16:56:30.428+07:00</updated><title type='text'>PLN Akan Negosiasi Harga Pembelian Panas Bumi Di 3 WKP</title><content type='html'>Selasa, 29 Maret 2011 | 16:19 oleh Fitri Nur Arifenie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA. PT PLN (Persero) sedang melakukan negosiasi harga pembelian panas bumi untuk tiga wilayah kerja panas bumi (wkp). Sebab, harga lelang ketiga wkp itu lebih dari US$ 9,7 sen per kilowatt per hour (kWh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga wkp itu adalah Sokoria (Nusa Tenggara Timur), Jailolo (Maluku) dan Jaboi (Sabang). "Ketiga wkp itu nanti akan kita bikin Harga Patokan Sendiri (HPS) listrik yang baru," ujar Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan PLN, Mochammad Sofyan kepada KONTAN, Selasa (29/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sofyan, negosiasi harga patokan listrik ini nanti berdasarkan depresiasi harga, return yang wajar dan perbandingan dengan biaya pokok produksi (BPP) listrik PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wkp Sokoria yang dimiliki oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia, harga listriknya sebesar US$ 12,5 sen per kWh. Kemudian untuk wkp Jailolo milik PT Star Energy harga listriknya sebesar US$ 17 sen per kWh. Sedangkan untuk wkp Jaboi milik PT Sabang Geothermal Energi, harga listriknya sebesar US$ 17 sen per kWh. Sayangnya, Sofyan enggan memberi tahu berapa besar harga yang PLN tawarkan untuk ketiga wkp itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sedang melakukan negosiasi harga listrik, PLN juga sedang menunggu surat penugasan dari kementerian ESDM untuk lima wkp, yakni Tangkuban Perahu (110 MW), Cisolok Cisukarame (50 MW), Tampomas (45 MW), Ungaran (55mw), dan Sorik Marapi (55mw).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER:&lt;br /&gt;http://lifestyle.kontan.co.id/v2/read/1301390380/63308/PLN-akan-negosiasi-harga-pembelian-panas-bumi-di-3-WKP-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-3838732168812156834?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/3838732168812156834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/pln-akan-negosiasi-harga-pembelian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3838732168812156834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3838732168812156834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/pln-akan-negosiasi-harga-pembelian.html' title='PLN Akan Negosiasi Harga Pembelian Panas Bumi Di 3 WKP'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-97480586713936302</id><published>2011-12-28T16:48:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T16:50:15.432+07:00</updated><title type='text'>TN Kelimutu Tetap Minta PLTP Dipindah</title><content type='html'>Sabtu, 26 Maret 2011 | 04:05 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ende, Kompas - Balai Taman Nasional Kelimutu tetap meminta Pemerintah Kabupaten Ende agar memindahkan rencana lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sokoria, Nusa Tenggara Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami tetap meminta kegiatan panas bumi Sokoria dipindah keluar dari kawasan (taman nasional), karena tidak ada dasar hukum yang kuat sebagai pijakan,” kata Kepala Sub Bagian Balai Taman Nasional Kelimutu Agustinus Krisdijantoro, Jumat (25/3), di Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi persoalan, menurut Agustinus, dari pencocokan peta Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi di Sokoria dengan peta Kawasan Taman Nasional Kelimutu, ternyata terdapat 23 titik eksplorasi yang berada di dalam kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai surat keputusan Bupati Ende tentang Izin Usaha Pertambangan Panas Bumi (IUP) di Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Sokoria atas nama PT Sokoria Geothermal Indonesia, di lahan seluas 42.570 hektar. Seluruhnya ada 88 titik eksplorasi. Jika semua beroperasi, PLTP Sokoria bisa menghasilkan listrik 30 megawatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam disebutkan, zonasi dalam taman nasional dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pendidikan, kegiatan penunjang budidaya, pariwisata, rekreasi, dan wisata alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan pelestarian alam dikategorikan sebagai hutan konservasi. Sementara PP Nomor 24 Tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan, mengatur bahwa kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan hanya dapat dilakukan di dalam kawasan hutan produksi dan atau kawasan hutan lindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena belum ada perangkat hukum yang mengatur pemanfaatan hutan konservasi, seperti untuk pengolahan panas bumi, TN Kelimutu tak mengizinkan kegiatan PLTP Sokoria, di dalam kawasan TN Kelimutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yang jelas kalau kegiatan pengolahan panas bumi tidak dipindah, luas kawasan (TN Kelimutu) akan berkurang. Aksesibilitas makin terbuka, sehingga dapat mengurangi kerapatan vegetasi. Selain itu kelestarian flora dan fauna di dalamnya juga akan terganggu,” kata Agustinus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di TN Kelimutu seluas 5.356,50 hektar, terdapat 40 jenis pohon berkayu, 36 jenis tumbuhan herba, 57 jenis burung, 13 jenis mamalia, 4 jenis reptilia, serta danau kawah Gunung Kelimutu yang eksotis. (SEM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER:&lt;br /&gt;http://regional.kompas.com/read/2011/03/26/04053784/TN.Kelimutu.Tetap.Minta.PLTP.Dipindah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-97480586713936302?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/97480586713936302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/tn-kelimutu-tetap-minta-pltp-dipindah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/97480586713936302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/97480586713936302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/tn-kelimutu-tetap-minta-pltp-dipindah.html' title='TN Kelimutu Tetap Minta PLTP Dipindah'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-894326979221835566</id><published>2011-12-28T16:11:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T16:13:38.600+07:00</updated><title type='text'>WKP Masih Bermasalah, PT SGI Belum Mau Beroperasi</title><content type='html'>Samuel Oktora | Robert Adhi Ksp | Rabu, 14 September 2011 | 20:10 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENDE, KOMPAS.com - PT Sokoria Geothermal Indonesia (PT SGI) selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan Panas Bumi, di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi Sokoria, di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur belum mau beroperasi, karena koordinat batas WKP masih bermasalah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak mau bekerja kalau belum ada kejelasan soal WKP, karena harus ada kejelasan hitam di atas putih, ada keputusan baru dari menteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kementerian energi dan sumber daya min eral sudah mengakui ada kesalahan penetapan WKP , tapi sampai saat ini belum juga dilakukan perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak mau bekerja kalau belum ada kejelasan soal WKP, karena harus ada kejelasan hitam di atas putih, ada keputusan baru dari menteri. Jangan sampai nanti ketika kami bekerja dianggap ilegal, dan terkena pidana. Ini yang kami hindari," kata Direktur Utama PT Bakrie Power Ali Herman Ibrahim, Rabu (14/9/2011), di Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali berbicara pada acara audiensi pemaparan laporan dan program pem bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTP) Sokoria, di kantor bupati Ende. Pembicara lain nya, Direktur Utama PT Sokoria Geothermal Indonesia Pandam Pandiyono, dan turut hadir pula Managing Director Panax Geothermal Kery Barker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek PLTP Sokori a berkapasitas 30 Megawatt (MW), dengan luas lahan WKP 42.570 hektar (ha) yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1534 K/30/MM/2008 ternyata bermasalah, sebab kawasan Taman Nasional Kelimutu masuk di dalam areal WKP, serta beberapa kawasan hutan produksi dan hutan lindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan WKP itu pun ditentang oleh Balai Taman Nasional Kelimutu, juga Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende sebenarnya sudah mengajukan revisi koordinat batas WKP ke kem enterian ESDM bulan Maret 2011 , agar kawasan TN Kelimutu tidak masuk dalam areal WKP. Akan tetapi hingga saat ini belum ada jawaban dari kementerian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali juga mengemukaka n, pihaknya tetap mena ruh komitmen besar pada kesuksesan proyek PLTP Sokoria.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami saat ini fokus dulu pada pengembangan panas bumi di Gunung Wilis , juga Sokoria. Meski ada pula tawaran di Sulawesi Selatan, Banten, maupun Lampung. Jawa Barat potensinya besar, untungnya mungkin juga besar, akses mudah, tapi karena daerah ini sudah maju, penerimaan masyar akat di sana berbeda dengan di sini (Ende). Di Ende listrik masih sangat kurang, kata Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali berpendapat , wilayah NTT patut disyukuri sebab mempunyai potensi besar panas bumi sehingga mesti dikembangkan. Bahkan di Indonesia mempunyai potensi 27.000 MW, akan tetapi sampai saat ini yang dimanfaatkan baru 1.176 MW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selandia Baru dan Filipina yang mempunyai potensi panas bumi 2.000 Megawatt, s eluruhnya sudah habis dimanfaatkan . Namun Indonesia baru 1.176 Megawatt, kata Ali.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Utama PT Sokoria Geothermal Indonesia Pandam Pandiyono menyatakan, apabila soal batas WKP sudah beres, maka aktivitas pengeboran sudah dapat dilakukan pada pertengahan 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pemanfaatan tenaga listrik sudah ada kesepakatan dengan PLN. Untuk tahap pertama, pada tahun 2015 sebesar 2 x 2,5 Megawatt, terus secara bertahap tahun 2025 total mencapai 30 Megawatt. Namun kesepakatan ini juga harus diresmikan dengan keputusan menteri (ESDM), kata Pandam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Bupati Ende Achmad Mochdar mengatakan, Pemkab Ende akan bersurat kembali ke kementerian ESDM supaya penetapan baru batas WKP Sokoria cepat direalisasikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1977 survei dan pengeboran potensi panas bumi sudah dilakukan oleh pemeri ntah dengan dana APBN maupun APBD. Hal ini tentunya telah menghabiskan waktu dan biaya yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu proyek PLTP Sokoria ini harus didukung secara serius, sebab berbicara listrik bukan saja kebutuhan pemerintah atau PLN, mel ainkan juga masyarakat, kata Achmad Mochdar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER:&lt;br /&gt;http://nasional.kompas.com/read/2011/09/14/20102957/WKP.Masih.Bermasalah.PT.SGI.Belum.Mau.Beroperasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-894326979221835566?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/894326979221835566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/wkp-masih-bermasalah-pt-sgi-belum-mau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/894326979221835566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/894326979221835566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/wkp-masih-bermasalah-pt-sgi-belum-mau.html' title='WKP Masih Bermasalah, PT SGI Belum Mau Beroperasi'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-8914189241932216496</id><published>2011-12-28T16:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T16:04:34.934+07:00</updated><title type='text'>3 Izin hutan geothermal akan terbit Geothermal</title><content type='html'>Mon, 12/09/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Izin hutan geothermal akan terbit&lt;br /&gt;Geothermal&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga izin pemanfaatan kawasan hutan konservasi untuk pengembangan geotermal akan terbit dalam 3 bulan mendatang.         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izin-izin itu bakal dikantongi PT Pertamina Geothermal Energy untuk hutan lindung Bukit Jambul dan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang di Jawa Timur.   Perusahaan lain yang juga akan menerima izin yakni PT Sokoria Geothermal Indonesia untuk Taman Nasional Kelimutu.         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka sedang proses,  kira-kira 3 bulan.   Sekarang tahap survei," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto.           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan itu dapat mengantongi izin pemanfaatan kawasan hutan konservasi untuk pengembangan geothermal dalam waktu cepat karena sudah ada aturan yang mendukungnya.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan yang baru saja di rampungkan Kemenhut itu yakni Peraturan Pemerintah (PP) No.28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.   PP ini menggantikan PP Nomor 68 Tahun 1998.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal pekan ini Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menjamin pengurusan izin pemanfaatan kawasan hutan untuk geotermal paling lama hanya 3 bulan.   Masa 3 bulan ini dihitung sejak permohonan izin masuk hingga izin terbit.           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percepatan ini,  menurutnya, sesuai instruksi presiden sekaligus prioritas pemerintah.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izin yang segera dikantongi PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Sokoria Geothermal Indonesia itu akan melengkapi enam izin lain yang sudah disetujui menteri kehutanan.           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izin-izin itu telah diberikan kepada PT Chevron Geothermal Salak,  PT Latoka Trimas Bina Energi,  PT Amoseas Indonesia,  PT Diza Matra Powerindo,  PT Chevron Geothermal,  dan PT Perusahaan Listrik Negara.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Chevron di Lampung Barat ini baru survei,  sedangkan PLN di Gunung Rinjani lagi Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan)," kata Hadi.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu,  Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Jerry Yanuar mengemukakan Jabar memiliki potensi panas bumi yang cukup banyak sehingga butuh dukungan untuk segera dibangkitkan seperti di Gunung Ciremai,  Gunung Gede-Pangrango,  dan sejumlah lokasi lain.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: &lt;br /&gt;http://www.tender-indonesia.com/tender_home/innerNews2.php?id=11443&amp;cat=CT0021&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-8914189241932216496?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/8914189241932216496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/3-izin-hutan-geothermal-akan-terbit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8914189241932216496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8914189241932216496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/3-izin-hutan-geothermal-akan-terbit.html' title='3 Izin hutan geothermal akan terbit Geothermal'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-452914584687799275</id><published>2011-12-15T15:43:00.002+07:00</published><updated>2011-12-15T15:47:29.933+07:00</updated><title type='text'>Ini Alasan Pemanfaatan Geothermal Tak Berkembang</title><content type='html'>Rista Rama Dhany - detikFinance, 15 Desember 2012 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Indonesia memiliki cadangan Geothermal terbesar di dunia yakni lebih dari 40%, namun pemanfaatan sumber energi ini masih sangat kecil yakni hanya kurang dari 5%. Penyebabnya produksi listrik yang dihasilkan cenderung ditawar murah sehingga investor malas investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"40% cadangan geothermal dunia ada di Indonesia, namun pemanfaatan energi ini sangat kecil, bahkan banyak yang tidak mau mengembangkannya," kata Komisaris Utama Energy Management Indonesia (EMI) Sarwono Kusumaatmadja di FX, Sudirman, Jakarta, Kamis (15/12/2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya geothermal yang ada di Indonesia jenisnya basah alias bukan kering, sehingga diekspor atau di impor tidak bisa. Jika ini dimanfaatkan hasilnya sangat besar apalagi jumlahnya sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal pemerintah tingal cari tempat untuk eksplorasi, secara teknis tidak ada kendala, sementara tenaga engineering lokal bisa membuat peralatannya, jadi apalagi yang kurang," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu menurut Wakil Menteri ESDM Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengatakan, memang harga geothermal sangat murah, namun jarang yang mau mengembangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya wataknya orang Indonesia, harga sudah murah yakni sekitar 9 sen, tapi ditawar lagi jadi 6 sen, ya nggak ada yang mau ngebangkan, sementara kita malah senang gunakan energi yang harganya mahal dan kita mau, alasannya nanti juga biaya jika kelebihan bisa diganti kementrian keuangan," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan batubara, harganya sudah murah, tapi tidak ada yang mau jual ke domestik. "Apalagi kalau tidak karena harganya yang murah, eksportir milih jual ke luar negeri yang harganya lebih tinggi dan banyak negara membutuhkan, ya bagaimana rakyat bisa menikmati energi murah yang bahan bakunya kurang," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hen/hen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://finance.detik.com/read/2011/12/15/154350/1792076/1034/ini-alasan-pemanfaatan-geothermal-tak-berkembang?f9911023&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-452914584687799275?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/452914584687799275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/ni-alasan-pemanfaatan-geothermal-tak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/452914584687799275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/452914584687799275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/12/ni-alasan-pemanfaatan-geothermal-tak.html' title='Ini Alasan Pemanfaatan Geothermal Tak Berkembang'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-3187189219661288529</id><published>2011-05-24T16:10:00.002+07:00</published><updated>2011-05-24T16:26:00.546+07:00</updated><title type='text'>Izin Geothermal Masih Berbelit</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align:justify"&gt;JAKARTA-Proses perizinan untuk pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia dinilai masih sulit. Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Sugiharto Harso Prayitno menegaskan, pengembangan panas bumi memiliki risiko yang sangat tinggi. Tapi, semua daerah yang ada di Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang besar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align:justify"&gt;"Ketika di daerah, kita masih menemukan permasalahan perizinan. Padahal panas bumi ini penting dikembangkan. Di negara lain yang mau dikembangkan, dibutuhkan pengeboran hingga 6.000 meter. Sedangkan, di Indonesia cukup hanya menggali 1.800 meter saja sudah bisa didapat energi panas bumi," jekis Sugiharto saat diskusi bulanan geo energi di Jakarta, kemarin.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align:justify"&gt;Menurutnya, problem klasik yang sering melilit upaya pengembangan panas bumi adalah ketika bertemu dengan makhluk yang bernama "perizinan." Misalnya, rekomendasi gubernur, rekomendasi bupati atau walikota, untuk pinjam pakai lahan dalam kegiatan eksplorasi dan ekploitasi. Juga rekomendasi teknis dari Perhutani yang sering mandek.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align:justify"&gt;Masih ada lagi, kata dia, seperti izin dari Kementerian Kehutanan, izin penggunaan air tanah dan air permukaan, izin lokasi pembangunan proyek dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan beberapa izin lainnya. "Masih banyak izin ini dan itu. Dari Pemerintah Daerah saja sudah begitu banyak izin? Padahal pengembangan panas bumi itu membutuhkan izin primer, tapi izin primer bisa kalah karena masih banyaknya izin-izin yang berliku-liku," ungkap Sugiharto.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align:justify"&gt;Dia menjelaskan, potensi panas bumi di Indonesia sampai saat ini sudah mencapai 28 ribu MW, namun yang terpakai baru 1.180 MW. Untuk pengembangannya dibutuhkan peran swasta dan investor lain. "Sumber EBT (Energi Baru Terbarukan) di Indonesia sangat besar.tapi untuk pengembangannya dibutuhkan juga peran dari pengusaha (pihak swasta). Kalau dari pemerintah sendiri akan sulit," katanya. Menurut Sugiharto, kalau mengandalkan APBN tidak mungkin karena terbatas dan di negara manapun APBN-nya pasti tidak banyak. Karena itu dibutuhan peran swasta. Dengan syarat, harus ada kepastian hukum dan juga kepastian usaha.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align:justify"&gt;Dia menilai, penggunaan panas bumi harus dimaksimalkan. Soal harga, sekarang sudah bisa diatasi (melalui Permen 02/2011) dan harga panas bumi di Indonesia yang terbilang masih murah, karena banyak resources (sumber) yang tersedia. "Harga listrik dari panas bumi turun karena resources kita bagus. Kalau teknologi kita sudah bisa megang, kita sudah bisa mengembangkan sendiri dan harga juga bisa turun lagi," ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, lanjut Sugiharto, pihaknya sedang mengusahakan merevisi undang-undang terkait pemakaian lahan yang ada di kawasan hutan. Di tempat yang sama, Kepala Divisi Energi Baru Terbarukan PLN Muhammad Sofyan menyatakan, kendala.serupa masih dihadapi pihaknya dalam pengembangan listrik panas bumi. "Untuk regulasi, kita masih banyak terkendala di kawasan hutan lindung, hutan konservasi dan taman nasional. Karena banyak potensi panas bumi yang terletak di situ," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; Bataviase.co.id, 18 Maret 2011 (http://bataviase.co.id/node/606788)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-3187189219661288529?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/3187189219661288529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/05/izin-geothermal-masih-berbelit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3187189219661288529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3187189219661288529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/05/izin-geothermal-masih-berbelit.html' title='Izin Geothermal Masih Berbelit'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-1167709352361548850</id><published>2011-03-21T16:52:00.007+07:00</published><updated>2011-03-21T17:07:13.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber: http://majalahenergi.com/'/><title type='text'>Kebijakan Bidang Panas Bumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://majalahenergi.com/images/stories/alur.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 433px; height: 286px;" src="http://majalahenergi.com/images/stories/alur.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://majalahenergi.com/images/stories/alur.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a href="http://majalahenergi.com/kebijakan/kebijakan-bidang-panas-bumi"&gt;Kebijakan Bidang Panas Bumi &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="createdate"&gt;Saturday, 05 February 2011 10:59 &lt;/span&gt;&lt;span class="createby"&gt;Majalah Energi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://majalahenergi.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL21hamFsYWhlbmVyZ2kuY29tL2tlYmlqYWthbi9rZWJpamFrYW4tYmlkYW5nLXBhbmFzLWJ1bWk=" title="E-mail"&gt;&lt;span style="text-decoration:none;text-underline:none"&gt;&lt;span style="mso-ignore:vglayout"&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/Admin/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="E-mail" border="0" height="14" width="14" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://majalahenergi.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=36%3Akebijakan&amp;amp;id=74%3Akebijakan-bidang-panas-bumi&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;layout=default&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=1" title="Print"&gt;&lt;span style="text-decoration:none;text-underline:none"&gt;&lt;span style="mso-ignore:vglayout"&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/Admin/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="Print" border="0" height="14" width="14" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://majalahenergi.com/kebijakan/kebijakan-bidang-panas-bumi/pdf" title="PDF"&gt;&lt;span style="text-decoration:none;text-underline:none"&gt;&lt;span style="mso-ignore:vglayout"&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/Admin/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" alt="PDF" border="0" height="14" width="14" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://majalahenergi.com/kebijakan/kebijakan-bidang-panas-bumi" target="_blank"&gt;&lt;span class="fbbuttontext"&gt;Share&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fbsharecountnubright"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fbsharecountinner"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;Nenny Miryani Saptadji, PhD&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Program Studi Magister Akademik Berorientasi Terapan Teknik Panas Bumi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FTTM - ITB&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatur pengelolaan pengusahaan panas bumi Pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2003 tentang Panas Bumi dengan dasar pertimbangan:&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list .5in"&gt;Panas bumi      adalah sumber daya alam yang dapat  diperbarui, berpotensi besar,      yang dikuasai oleh negara dan mempunyai peranan  penting sebagai      salah satu sumber energi pilihan dalam keanekaragaman energi       nasional untuk menunjang pembangunan nasional yang berkelanjutan demi      terwujudnya kesejahteraan rakyat;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list .5in"&gt;Pemanfaatan      panas bumi relatif ramah lingkungan, terutama karena  tidak      memberikan kontribusi gas rumah kaca, sehingga  perlu didorong dan      dipacu  perwujudannya;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list .5in"&gt;Pemanfaatan      panas bumi akan mengurangi ketergantungan terhadap bahan  bakar      minyak sehingga dapat menghemat  cadangan minyak bumi; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list .5in"&gt;Peraturan      perundang-undangan yang sudah ada belum dapat menampung  kebutuhan      perkembangan pengelolaan hulu sumber daya panas bumi sehingga       undang-undang tentang panas bumi ini dapat mendorong kegiatan panas bumi      bagi  kelangsungan pemenuhan kebutuhan energi nasional; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      text-align:justify;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list .5in"&gt;Sebagai      pelaksanaan ketentuan Pasal 33 ayat (2) dan  ayat (3) Undang-Undang      Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta untuk  memberikan      landasan hukum bagi langkah-langkah pembaruan dan penataan kembali       penyelenggaraan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya panas bumi,      dipandang  perlu membentuk Undang-undang tentang Panas Bumi. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-1167709352361548850?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/1167709352361548850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/03/kebijakan-bidang-panas-bumi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/1167709352361548850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/1167709352361548850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/03/kebijakan-bidang-panas-bumi.html' title='Kebijakan Bidang Panas Bumi'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-2528552353910732464</id><published>2011-03-10T11:40:00.002+07:00</published><updated>2011-03-10T14:56:29.616+07:00</updated><title type='text'>PROYEK PLTPB MUTUBUSA SEGERA DIKERJAKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu pelaksanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Mutubusa, Sokoria Kecamatan Ndona Timur sudah diambang pintu, namun ada catatan penting yang harus diperhatikan dan tindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Ende selaku tuan rumah atau yang empunya wilayah dimana proyek tersebut berada. Seperti yang ditulis dalam www.endekab.go.id tanggal 10 Maret 2011, PT Sokoria Geothermal Indonesia (PT SGI) sebagai pengembang meminta agar Pemerintah Kabupaten Ende menjamin kenyamanan dalam pelaksanaan proyek dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu PT SGI memiliki alasan tersendiri untuk menyampaikan permintaan tersebut dan ini penting agar diperhatikan sungguh-sungguh oleh Pemerintah Kabupaten Ende. Situasi yang kondusif (nyaman) adalah hal yang utama bagi investor untuk melaksanakan kegiatannya, mengingat di beberapa tempat di Flores, sebut saja di Manggarai Barat atau Flores Timur, di mana terdapat proyek-proyek pertambangan terjadi gejolak atau reaksi kontra masyarakat yang masih muncul hingga saat ini. Selama ini tentu PT SGI melihat hal-hal tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu bahan pertimbangan.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal ini ada baiknya Pemerintah Kabupaten Ende kembali mengevaluasi langkah-langkah yang telah ditempuh, terutama yang berhubungan dengan masyarakat Flores dan Kabupaten Ende umumnya serta masyarakat Sokoria selaku pemegang hak atas tanah ulayat yang akan menjadi tempat pembangunan proyek tersebut khususnya.&lt;br /&gt;Pemkab Ende harus bisa meyakinkan masyarakat Flores dan Kabupaten Ende bahwa keberadaan proyek tersebut tidak akan memberi dampak negatif terhadap lingkungan alam dan ekosistim di sekitarnya dengan cara sosialisasi melalui media masa atau melalui seminar-seminar yang menhadirkan nara sumber yang berkompeten.&lt;br /&gt;Pemkab Ende juga perlu mengevaluasi kembali prosedur pendekatan kepada masyarakat Sokoria selaku pemegang hak atas tanah ulayat yang menjadi tempat pembangunan proyek PLTPB. Sebagaimana diketahui, tanah di wilayah Sokoria adalah tanah persekutuan adat, tanah milik bersama masyarakat adat Sokoria. Agar mencapai kesepakatan yang maksimal, untuk itu pendekatan yang dilakukan harus melalui prosedur yang sesuai dengan tatanan adat di Sokoria. Penulis yakin para pejabat di lingkungan Pemkab Ende yang nota bene adalah juga anggota masyarakat adat bahkan mungkin ada yang menjadi "mosalaki" atau "ria bewa" di lingkungan adatnya masing-masing tentu sangat tahu mengenai hal ini. (Catatan: Sejauh ini menurut pengamatan Penulis yang adalah putra asli Sokoria, Pemkab Ende sejak awal pencetusan proyek PLTPB Mutubusa tidak melakukan pendekatan melalui prosedur yang sesuai dengan tatanan adat istiadat setempat.)&lt;br /&gt;Sosialisasi yang efektif dan terbuka serta pendekatan yang baik tentu akan menciptakan situasi yang kondusif bagi jalannya pembangunan proyek PLTPB Mutubusa dalam jangka panjang. Perlu diingat, proyek semacam ini akan berlangsung dalam jangka waktu puluhan tahun. Segala hal yang berhubungan dengan keberadaan proyek ini, seperti kontrak dengan pihak investor, berbagai kesepakatan dengan pihak masyarakat setempat dan kontribusinya bagi masyarakat Sokoria khususnya dan Ende umumnya, harus dibuat sejelas-jelasnya dan terjamin transparansinya. Hal-hal pokok inilah yang akan menjadi tolok ukur nyaman atau tidaknya PT SGI beraktivitas nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah copy paste (tanpa editan) berita terakhir tentang PLTPB Mutubusa Sokoria yang dimuat di www.endekab.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="8" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="center"&gt;&lt;td width="150"&gt;&lt;b&gt;PROYEK PLTPB MUTUBUSA SEGERA DIKERJAKAN&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="center"&gt;&lt;td align="justify" width="500"&gt;Pengerjaan  proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Mutubusa Sokoria di  Kecamatan Ndona Timur Kabupaten Ende segera dikerjakan pada bulan Maret  ini. Namun PT Sokoria Geothermal sebagai pengembang meminta Pemerintah  Kabupaten Ende untuk dapat menjamin kenyamanan dalam pelaksanaan  pengerjaan proyek yang dimaksud. Hal ini dikatakan Wakil Bupati (Wabup)  Ende Achmad Mochdar saat rapat bersama dengan beberapa instansi terkait  di Lantai II Kantor Bupati Ende , Selasa (08/03).&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="center"&gt;&lt;td align="justify" height="15" width="500"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="center"&gt;&lt;td align="justify" width="500"&gt;Menurut  Wabup Mochdar rapat tersebut sebagai respon positif pemerintah untuk  mendukung penyelesaian proyek listrik tenaga panas bumi yang sudah lama  di tunggu masyarakat. ” Ada  kepentingan yang perlu diselesaikan  secepatnya terutama masalah titik-titik koordinat kegiatan pengeboran  yang berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Kelimutu (TNK) dan  dalam rapat, telah mencapai kesepakatan untuk melakukan pemetaan dan  merubah titik – titik koordinat yang semula dalam kawasan hutan lindung  TNK untuk berada di zona aman, ” ungkap Wabup Mochdar.  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="center"&gt;&lt;td align="justify" height="15" width="550"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="center"&gt;&lt;td align="justify" width="500"&gt;Dari  hasil kesepakatan itu lanjut Wabup Mochdar, Pemerintah Kabupaten Ende  segera menyurati kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM)  untuk merefisi kembali wilayah kerja pertambangan yang tertuang dalam  ijin pertambangan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="center"&gt;&lt;td align="justify" height="15" width="550"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="center"&gt;&lt;td align="justify" width="500"&gt;Sementara  itu pengerjaan proyek PLTPB Mutubusa menurut rencana akan dilaksanakan  pada tanggal 12 Maret mendatang. Proyek ini sebelumnya sempat  terkatung-katung pengerjaannya, semula dikabarkan pengerjaannya pada  tahun 2010 lalu namun ditunda. Hal ini terkait belum adanya kesepakatan  harga jual listrik antara pengembang dan PT. PLN. Proyek PLTPB Mutubusa  ini  merupakan salah satu dari 5 proyek listrik di Indonsia  yang  diminta Presiden Rebublik Indonesia untuk diselesaikan pada tahun  ini.(adm,nosem,hms)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:  http://www.endekab.go.id/index.php?menu=cds2&amp;amp;action=dibaca&amp;amp;id=310&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-2528552353910732464?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/2528552353910732464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/03/proyek-pltpb-mutubusa-segera-dikerjakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/2528552353910732464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/2528552353910732464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2011/03/proyek-pltpb-mutubusa-segera-dikerjakan.html' title='PROYEK PLTPB MUTUBUSA SEGERA DIKERJAKAN'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-785934515858677023</id><published>2010-10-28T18:42:00.002+07:00</published><updated>2011-12-05T16:37:52.242+07:00</updated><title type='text'>Panas Bumi Sokoria Jadi Proyek Percontohan</title><content type='html'>&lt;div class="article-tools clearfix"&gt;  &lt;div class="article-meta"&gt;    &lt;span class="createdate"&gt;    Saturday, 02 October 2010 18:01  &lt;/span&gt;       &lt;span class="createby"&gt;    chun  &lt;/span&gt;      &lt;/div&gt;    &lt;div class="buttonheading"&gt;         &lt;span&gt;    &lt;a href="http://www.floresnews.com/fn1/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5mbG9yZXNuZXdzLmNvbS9mbjEvaW5kZXgucGhwP3ZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD0xNTc3JTNBcGFuYXMtYnVtaS1zb2tvcmlhLWphZGktcHJveWVrLXBlcmNvbnRvaGFuJm9wdGlvbj1jb21fY29udGVudCZJdGVtaWQ9Mjg1" title="E-mail"&gt;&lt;img src="http://www.floresnews.com/fn1/templates/ja_teline_ii/images/emailButton.png" alt="E-mail"&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/span&gt;             &lt;span&gt;    &lt;a href="http://www.floresnews.com/fn1/index.php?view=article&amp;amp;catid=89%3Ainvestasi&amp;amp;id=1577%3Apanas-bumi-sokoria-jadi-proyek-percontohan&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=285" title="Print"&gt;&lt;img src="http://www.floresnews.com/fn1/templates/ja_teline_ii/images/printButton.png" alt="Print"&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/span&gt;            &lt;span&gt;    &lt;a href="http://www.floresnews.com/fn1/index.php?view=article&amp;amp;catid=89%3Ainvestasi&amp;amp;id=1577%3Apanas-bumi-sokoria-jadi-proyek-percontohan&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=285" title="PDF" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.floresnews.com/fn1/templates/ja_teline_ii/images/pdf_button.png" alt="PDF"&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/span&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.floresnews.com/fn1/files/ekbis/panas%20bumi%20ok.jpg"&gt;&lt;img src="http://www.floresnews.com/fn1/files/ekbis/panas%20bumi%20ok.jpg" style="width: 208px; height: 194px;" alt="" align="left"&gt;&lt;/a&gt;Ende,  FloresNews.com - Proyek panas bumi Sokoria di Kecamatan Ndona Timur,  Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dijadikan sebagai  proyek percontohan untuk proyek panas bumi di kawasan timur  Indonesia."Penetapan Sokoria menjadi proyek percontohan panas bumi di  kawasan timur Indonesia ini sesuai hasil pertemuan semua kabupaten/kota  dengan pihak Departemen Pertambangan dan Energi," kata Kepala Dinas  Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende Barnabas Wangge di Ende, Sabtu  (2/10).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengemukakan, proyek ini dalam proses tender dimenangkan PT Sokoria  Geotermal Indonesia milik Bakrie Group. Perusahan ini memiliki  konsorsium yang beranggotakan sejumlah perusahan dari berbagai dunia.  Rencananya, kata dia, tanggal 15 Oktober mendatang, ada tim dari  Australia yang datang ke Ende untuk membicarakakan lebih lanjut rencana  ekploitasi panas bumi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas bumi Sokoria memiliki daya yang sangat besar untuk membangkitkan  tenaga listrik di Pulau Flores jika dieksplotasi semuanya. Namun, kata  Barnabas Wangge, sesuai dengan izin eksplorasi yang sudah dikeluarkan,  hanya dibatasi 30 megawatt (MW) untuk kebutuhan di Pulau Flores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, untuk pemanfaatan panas bumi tersebut masih dibicarakan  antara pihak perusahan pengemban dengan PT PLN (Persero).     "Dari  pihak PLN menawarkan harga 9,7 sen dolar AS/Kwh, sedangkan dari  perusahan pengemban dengan harga 12,5 sen dolar AS/Kwh," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barnabas Wangge berkeyakinan pihak PLN tetap memanfaatkan sumber panas  bumi Sokoria karena sesuai arahan presiden, penggunaan panas bumi tahap  pertama untuk wilayan timur Indonesia sebesar 10.000 megawatt. Selain  Sokoria, wilayah Kabupaten Ende memiliki lima titik panas bumi yakni di  Lesugolo, Kecamatan Detekeli, Detusoko, Do di Kecamatan kelimutu,  Kombadaru di Kecamatan Ende, dan Mutubusa. "Kecuali panas bumi Sokoria,  lima titik lainnya ini masih dalam tahapan penelitan," kata Wangge.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, banyak potensi pertambangan di wilayah itu yang jika  diekplotasi semua akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi daerah.  Hanya saja sejauh ini belum ada sosialisasi yang mendalam kepada  masyarakat sehingga kehadiran proyek pertambangan selalu mendapat  penolakan dari masyarakat. "Kelamahan ini disadari oleh pemerintah, dan  hal ini menjadi masalah yang dibicarakan dalam pertemuan di tingkat  provinsi maupun pusat," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sosialisasi dimaksud, pihaknya akan terjun ke semua lokasi pertambangan untuk berdialog dengan masyarakat setempat.(ant)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: http://www.floresnews.com/fn1/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=1577:panas-bumi-sokoria-jadi-proyek-percontohan&amp;amp;catid=89:investasi&amp;amp;Itemid=285&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-785934515858677023?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/785934515858677023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/10/panas-bumi-sokoria-jadi-proyek_28.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/785934515858677023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/785934515858677023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/10/panas-bumi-sokoria-jadi-proyek_28.html' title='Panas Bumi Sokoria Jadi Proyek Percontohan'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-8132922411745453894</id><published>2010-10-28T18:42:00.001+07:00</published><updated>2010-10-28T18:44:23.073+07:00</updated><title type='text'>Panas Bumi Sokoria Jadi Proyek Percontohan</title><content type='html'>&lt;div class="article-tools clearfix"&gt;  &lt;div class="article-meta"&gt;    &lt;span class="createdate"&gt;    Saturday, 02 October 2010 18:01  &lt;/span&gt;       &lt;span class="createby"&gt;    chun  &lt;/span&gt;      &lt;/div&gt;    &lt;div class="buttonheading"&gt;         &lt;span&gt;    &lt;a href="http://www.floresnews.com/fn1/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5mbG9yZXNuZXdzLmNvbS9mbjEvaW5kZXgucGhwP3ZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD0xNTc3JTNBcGFuYXMtYnVtaS1zb2tvcmlhLWphZGktcHJveWVrLXBlcmNvbnRvaGFuJm9wdGlvbj1jb21fY29udGVudCZJdGVtaWQ9Mjg1" title="E-mail"&gt;&lt;img src="http://www.floresnews.com/fn1/templates/ja_teline_ii/images/emailButton.png" alt="E-mail" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/span&gt;             &lt;span&gt;    &lt;a href="http://www.floresnews.com/fn1/index.php?view=article&amp;amp;catid=89%3Ainvestasi&amp;amp;id=1577%3Apanas-bumi-sokoria-jadi-proyek-percontohan&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=285" title="Print"&gt;&lt;img src="http://www.floresnews.com/fn1/templates/ja_teline_ii/images/printButton.png" alt="Print" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/span&gt;            &lt;span&gt;    &lt;a href="http://www.floresnews.com/fn1/index.php?view=article&amp;amp;catid=89%3Ainvestasi&amp;amp;id=1577%3Apanas-bumi-sokoria-jadi-proyek-percontohan&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=285" title="PDF" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.floresnews.com/fn1/templates/ja_teline_ii/images/pdf_button.png" alt="PDF" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/span&gt;       &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.floresnews.com/fn1/files/ekbis/panas%20bumi%20ok.jpg"&gt;&lt;img src="http://www.floresnews.com/fn1/files/ekbis/panas%20bumi%20ok.jpg" style="width: 208px; height: 194px;" alt="" align="left" /&gt;&lt;/a&gt;Ende,  FloresNews.com - Proyek panas bumi Sokoria di Kecamatan Ndona Timur,  Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dijadikan sebagai  proyek percontohan untuk proyek panas bumi di kawasan timur  Indonesia."Penetapan Sokoria menjadi proyek percontohan panas bumi di  kawasan timur Indonesia ini sesuai hasil pertemuan semua kabupaten/kota  dengan pihak Departemen Pertambangan dan Energi," kata Kepala Dinas  Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende Barnabas Wangge di Ende, Sabtu  (2/10).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengemukakan, proyek ini dalam proses tender dimenangkan PT Sokoria  Geotermal Indonesia milik Bakrie Group. Perusahan ini memiliki  konsorsium yang beranggotakan sejumlah perusahan dari berbagai dunia.  Rencananya, kata dia, tanggal 15 Oktober mendatang, ada tim dari  Australia yang datang ke Ende untuk membicarakakan lebih lanjut rencana  ekploitasi panas bumi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas bumi Sokoria memiliki daya yang sangat besar untuk membangkitkan  tenaga listrik di Pulau Flores jika dieksplotasi semuanya. Namun, kata  Barnabas Wangge, sesuai dengan izin eksplorasi yang sudah dikeluarkan,  hanya dibatasi 30 megawatt (MW) untuk kebutuhan di Pulau Flores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, untuk pemanfaatan panas bumi tersebut masih dibicarakan  antara pihak perusahan pengemban dengan PT PLN (Persero).     "Dari  pihak PLN menawarkan harga 9,7 sen dolar AS/Kwh, sedangkan dari  perusahan pengemban dengan harga 12,5 sen dolar AS/Kwh," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barnabas Wangge berkeyakinan pihak PLN tetap memanfaatkan sumber panas  bumi Sokoria karena sesuai arahan presiden, penggunaan panas bumi tahap  pertama untuk wilayan timur Indonesia sebesar 10.000 megawatt. Selain  Sokoria, wilayah Kabupaten Ende memiliki lima titik panas bumi yakni di  Lesugolo, Kecamatan Detekeli, Detusoko, Do di Kecamatan kelimutu,  Kombadaru di Kecamatan Ende, dan Mutubusa. "Kecuali panas bumi Sokoria,  lima titik lainnya ini masih dalam tahapan penelitan," kata Wangge.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, banyak potensi pertambangan di wilayah itu yang jika  diekplotasi semua akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi daerah.  Hanya saja sejauh ini belum ada sosialisasi yang mendalam kepada  masyarakat sehingga kehadiran proyek pertambangan selalu mendapat  penolakan dari masyarakat. "Kelamahan ini disadari oleh pemerintah, dan  hal ini menjadi masalah yang dibicarakan dalam pertemuan di tingkat  provinsi maupun pusat," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sosialisasi dimaksud, pihaknya akan terjun ke semua lokasi pertambangan untuk berdialog dengan masyarakat setempat.(ant)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber: http://www.floresnews.com/fn1/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=1577:panas-bumi-sokoria-jadi-proyek-percontohan&amp;amp;catid=89:investasi&amp;amp;Itemid=285&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-8132922411745453894?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/8132922411745453894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/10/panas-bumi-sokoria-jadi-proyek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8132922411745453894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8132922411745453894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/10/panas-bumi-sokoria-jadi-proyek.html' title='Panas Bumi Sokoria Jadi Proyek Percontohan'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-7923771504494123783</id><published>2010-08-26T19:38:00.003+07:00</published><updated>2010-08-26T20:00:47.426+07:00</updated><title type='text'>sebuah TANTANGAN untuk PUTRA NTT...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wow... waktu begitu cepat berlalu. Terasa cukup lama tidak mengisi blog tercinta ini. Sibuk dengan rutinitas harian bikin otak mampet dan tidak kreatif. Oh ho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berselancar di jagad maya ini, tidak sengaja menemukan tulisan yang menggugah nurani, mempertanyakan eksistensiku sebagai anak asli NTT, putra Flores, ata Lio, mosa Sokoria. Isi tulisan ini menyodok keras dadaku, menampar mukaku. Apa yang sudah saya lakukan untuk tanah kelahiranku? Belum ada! Sedangkan orang ini yang bukan anak NTT dengan segenap hati mau memperhatikan dan memberikan sesuatu untuk NTT ku tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan berikut adalah copy- paste dari Pos Kupang yang dirilis bulan Februari 2010. Sudah cukup lama, tetapi jujur saya baru menemukannya beberapa menit yang lalu dan ini sungguh menyentuh hati saya. Kiranya juga menggugah para pembaca yang lain untuk sedikit memikirkan masa depan NTT. Why not? Selamat membaca dan menyimak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.pos-kupang.com/read/artikel/42927/pkminggu/bumikita/2010/2/8/obsesi-sr-cicilia-menghijaukan-sabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="judulartikel"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Obsesi Sr. Cicilia Menghijaukan Sabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;     &lt;div style="float: right; border-bottom: 15px none;"&gt;  &lt;/div&gt;             &lt;div class="boxartikel"&gt;          &lt;div class="boximgartikel"&gt;     &lt;div class="boxloadarea"&gt;      &lt;img src="http://www.pos-kupang.com/photo/pk/2010/02/39324d58a780cc803f539cf7270619ae.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/div&gt; &lt;!--boxloadarea-end--&gt;                 &lt;div class="author" style="margin-right: 7px;"&gt;POS KUPANG/ALFRED DAMA&lt;/div&gt;     &lt;div class="caption" style="margin-bottom: 5px;"&gt;Sr.Susilwati Cicilia Laurentia &lt;/div&gt;            &lt;/div&gt;&lt;!--boximgartikel-end--&gt;       &lt;!-- artikel terkait --&gt;          &lt;/div&gt;&lt;!--boxartikel-end--&gt;        &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 8 Februari 2010 | 00:05 WIB&lt;/div&gt;   &lt;div id="isiartikel"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya diperlukan kerja sama dan kerja keras masyarakat Sabu untuk  mejadikan pulau ini sebagai pulau yang hijau dan berlimpah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suter (Sr) Susilawati Cicilia Laurentia memiliki obsesi untuk  menghijaukan Pulau Sabu. Menurutnya, mimpinya adalah membuat Pulau Sabu  menjadi pulau yang hijau namun mimpu itu bukan mustahil. Menghijaukan  Sabu tidak memerlukan waktu 20 hingga 40 tahun, melainkan hanya butuh  delapan hingga 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan biarawati yang meraih gelar Master (S2) Teknik Hidrologi  dan Lingkungan Universitas Delft, Belanda  serta Doktor (S3) Teknik  Sipil Universitas Katolik Parahyangan-Bandung ini ketika ia pertama  datang ke NTT Tahun 1999 lalu. Semula ia mengembangkan sistem irigasi di  kawasan pengungsi Weberek, Timor Timur. Ia mencoba mengembangkan sistem  irigasi untuk lahan tidur yang banyak terdapat di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat terealisasi terjadi insiden mencekam, yaitu bentrokan  antara TNI dan gerilyawan Falentil yang membuat dia terpaksa harus pergi  dari wilayah itu.&lt;br /&gt;Sejak 2002 Susi memilih pindah bertugas di Kupang setelah mengetahui  Ordo PI membuka cabang baru di sana. Di daerah ini ia menyadari bahwa  potensinya sebagai biarawati sekaligus ilmuwan bisa difungsikan secara  maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengasah ilmu hidrotekniknya, selain ke Belanda, dia juga  berkunjung ke Malang, Jawa Timur, dan Bandung, Jawa Barat. Sejak 2006 ia  kerap bolak-balik Kupang-Sabu dan Raijua untuk mengembangkan risetnya,  bersamaan dengan mengambil program doktor di Unpar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berkeliling di Pulau Sabu, ia trenyuh melihat kondisi masyarakat  setempat yang kebutuhan pangannya bergantung pada daerah lain. Karena  tanah yang tandus dan ekstremnya kondisi cuaca, di mana kekeringan bisa  terjadi di sepanjang tahun, tanaman pangan yang membutuhkan cukup air,  seperti padi dan jagung sangat sulit tumbuh di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama saya ke Sabu itu yang ada hanyalah pohon lontar dan beberapa  palawija, seperti sorgum dan kacang hijau," ucap biarawati ini saat  ditemui di kampus Fakultas Teknik-Universitas Katolik Widya Mandira  (Unwira) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi wilayah yang sulit dijangkau kian memperberat kondisi ekonomi  warga setempat. Dari Kupang ke Sabu butuh waktu perjalanan 15 jam dengan  kapal feri. Itu pun hanya ada seminggu sekali. Jika sedang musim angin  barat dan timur, praktis tidak ada transportasi umum karena ombak sangat  besar dan berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari beratnya kondisi ekonomi di pulau kecil itu, Susi bertekad  mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk meneliti sistem pengelolaan  terpadu air hujan untuk pertanian.&lt;br /&gt;Pertanian Terintegrasi&lt;br /&gt;Ia mengembangkan konsep pemanfaatan model pengelolaan air hujan untuk  pertanian yang terintegrasi dengan sistem prasarana, operasional dan  pemeliharaan, kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat dengan sistem  informasi manajemen terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia meyakini, hanya dengan integrasi ini kekeringan di pulau kecil itu bisa diatasi secara teknis.&lt;br /&gt;Konsep ini sekaligus merupakan penyempurnaan sistem embung (waduk kecil)  yang dikembangkan pemerintah daerah setempat selama 20 tahun terakhir.  "Beberapa embung tidak lagi berfungsi karena penuh dengan sedimen,  sementara yang lainnya kosong karena dimensinya tidak sesuai dengan  daerah tangkapan hujan," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem embung yang telah dikembangkan ini juga tidak mendapat dukungan  memadai dari masyarakat pengguna. Sebab, pendekatan pengelolaannya masih  bersifat top-down.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, pengelolaan pemanfaatan air hujan di Pulau Sabu-Raijua  selama ini dinilainya masih jauh dari sentuhan teknologi dan, yang  lebih buruk, pendekatannya pun elitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dalam aplikasi studinya, ia memanfaatkan kearifan-kearifan lokal yang telah lebih dahulu tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini misalnya pembuatan jebakan-jebakan air atau cekdam-cekdam kecil  berantai serta sumur-sumur gali yang telah digunakan di Desa Daieko yang  terletak di ujung barat Pulau Sabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alat berbasiskan data dan sistem informasi yang dikembangkannya,  dapat ditentukan secara tepat teknis dan posisi keberadaan  jebakan-jebakan air. Prasarana semacam ini relatif lebih murah ketimbang  membangun embung-embung yang hasilnya belum tentu juga efektif.&lt;br /&gt;Meskipun fisiknya melemah karena harus berjuang melawan penyakit  mastitis tuberkulosis, Susi bertekad mewujudkan mimpinya menghijaukan  Pulau Sabu-Raijua.(alf/kompas.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Butuh 10 Tahun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENJADIKAN&lt;/b&gt; Sabu sebagai pulau yang tidak kekurangan air bukan hal  yang sulit. Hanya diperlukan teknologi pengelolan tanah dan air serta  menyatukan dengan kearifan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susilawati menyebutkan, karakteristik sungai di daerah semi arid (Pulau  Sabu dan Pulau Raijua) sebagian besar merupakan sungai musiman. Air  hanya ada saat musim hujan dan setelah hujan berhenti, maka akan kering  kembali. Hal ini juga dipengaruhi oleh karakteristik hujan dan topografi  wilayah, dimana hujan yang jatuh mempunyai karakteristik sebagai hujan  badai sehingga aliran air limpasan permukaan sangat besar dan cepat  terbuang menuju ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik ini mengakibatkan bahwa pada musim kering tidak ada  ketersediaan air dari aliran permukaan, juga dalam aliran air tanah  karena air kurang memiliki kesempatan untuk meresap ke dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperbaiki situasi ini, maka diperlukan adanya suatu usaha  konservasi air berupa memasukkan air hujan yang jatuh sebanyak mungkin  ke dalam tanah sebagai imbuhan akan cadangan air tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah Sabu dan Raijua, tidak banyak terdapat mata air yang cukup  besar. Mata air yang ada kecil, kurang dari 10 liter per detik.  Kebanyakan mata air ini tertampung dalam suatu kolam. Daerah yang  mempunyai mata air cukup besar adalah di wilayah Sabu Timur dimana  terdapat pertanian padi sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Raijua, mata air yang ada bermuara di daerah pantai sehingga sulit  dimanfaatkan, karena membutuhkan pompa untuk menaikan air yang ada agar  dapat dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah Pulau Sabu dan Raijua telah dikembangkan banyak embung untuk  memenuhi kebutuhan air. Dari kajian, analisis dan evaluasi pengembangan  sistem embung, khususnya di Pulau Sabu dan Pulau Raijua, yang meliputi  tinjauan sistem prasarana, operasi dan pemeliharaan, kelembagaan,  pemberdayaan masyarakat, sistem informasi dan analisis nilai manfaat,  dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan sistem embung di Pulau Sabu  dan Pulau Raijua memberikan nilai manfaat yang positif, namun secara  teknis sistem prasarana perlu beberapa perhatian terhadap perencanaan  target layanan yang tepat, kondisi pengisian air di embung dan kecepatan  laju sedimentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem operasi dan pemeliharaan kurang diperhatikan sehingga embung  setelah beberapa waktu yang pendek tidak berfungsi lagi. Begitu pula  sistem kelembagaan yang kurang jelas karena keterbatasan sumber daya  manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bebagai hal di atas menurut Sr. Susi, konservasi pengelolaan air  bisa dilakukan dimana diperlukan beberapa pembenahan. Langka pertama  yang harus dilakukan adalah menyadarkan dan mengajak masyarakat untuk  mau melakukan hal-hal teknis terkait pengelolaan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, masyarakat diajak untuk memodifikasi tanah dan membuat semacam  terasering untuk menjebak air pada musim hujan. Dengan teknik khusus,  cara ini bisa mengoptimalkan penyerapan air pada musim hujan. Pada saat  yang bersamaan juga dilakukan penananam pohon-pohon tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknologi ini, maka air tidak langsung mengalir ke laut,  melainkan tersimpan dibawa permukaan tanah. Dan, ini bisa dimanfaatkan  untuk menanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila cara ini konsisten dilakukan oleh masyarakat maka, dalam waktu  sekitar 10 tahun, Sabu bukan lagi daerah yang tandus. "Saya yakin, kalau  ini bisa berjalan maka dalam 10 tahun, Sabu sudah hijau," jelasnya. &lt;b&gt;(alf)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-7923771504494123783?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/7923771504494123783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/08/sebuah-tantangan-untuk-putra-ntt.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7923771504494123783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7923771504494123783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/08/sebuah-tantangan-untuk-putra-ntt.html' title='sebuah TANTANGAN untuk PUTRA NTT...'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-2556428984251926644</id><published>2010-05-11T12:04:00.003+07:00</published><updated>2010-05-11T12:28:11.407+07:00</updated><title type='text'>ENERGI PANAS BUMI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengantar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realisasi pembangunan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Mutu Busa Sokoria kian mendekati titik terang. Pada bulan April 2010 lalu bertepatan dengan penyelenggaraan WGC (World Geothermal Congress) 2010 di Nusa Dua, Bali yang juga dihadiri oleh Presiden RI, telah ditandatangani dan diserahterimakan izin usaha panas bumi PLTP Sokoria (Mutubusa) oleh Pemkab Ende, NTT kepada PT Sokoria Geothermal Indonesia. Pemerintah (presiden) mendukung sepenuhnya pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia termasuk di Mutubusa Sokoria. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan akan menghapus aturan yang menghambat masuknya investasi, baik lokal maupun asing, dalam pengembangan panas bumi untuk menjadi pemain utama dunia di energi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui dan ditulis dalam berita lokal maupun nasional, adanya proyek Mutubusa telah menimbulkan reaksi pro dan kontra terutama dari kalangan masyarakat kabupaten Ende khususnya dan NTT umumnya. Untuk itu tulisan dibawah ini kiranya sedikit memberikan gambaran tentang apa itu Energi Panas Bumi atau Geothermal dan dampak pengelolaannya terhadap lingkungan. Kiranya dengan ini terjawab sudah kekhawatiran-kekhawatiran kita selama ini dan kitapun lebih arif menyikapi keberadaan proyek tersebut dan apa saja yang dapat kita lakukan agar proyek ini berjalan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Energi Panas Bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi. Panas bumi adalah sumber daya alam yang dapat diperbarui, berpotensi besar serta sebagai salah satu sumber energi pilihan dalam keanekaragaman energi.&lt;br /&gt;Panas Bumi merupakan sumber energi panas yang terbentuk secara alami di bawah permukaan bumi. Sumber energi tersebut berasal dari pemanasan batuan dan air bersama unsur-unsur lain yang dikandung Panas Bumi yang tersimpan di dalam kerak bumi. Untuk pemanfaatannya, perlu dilakukan kegiatan penambangan berupa eksplorasi dan eksploitasi guna mentransfer energi panas tersebut ke permukaan dalam wujud uap panas, air panas, atau campuran uap dan air serta unsur-unsur lain yang dikandung Panas Bumi. Pada prinsipnya dalam kegiatan Panas Bumi yang ditambang adalah air panas dan uap air.&lt;br /&gt;Pemanfaatan energi panas bumi relative ramah lingkungan karena unsur-unsur yang berasosiasi dengan energi panas tidak membawa dampak lingkungan atau berada dalam batas ketentuan yang berlaku. Panas Bumi merupakan sumber energi panas dengan ciri terbarukan karena proses pembentukannya terus-menerus sepanjang masa selama kondisi lingkungannya dapat terjaga keseimbangannya.&lt;br /&gt;Emisi CO2, SO2, dan NO2 yang dihasilkan PLTP terhitung sangat rendah. PLTP juga tak mengakibatkan degradasi mutu lingkungan karena tidak ada penambangan di permukaan, tumpahan minyak, dan penggenangan habitat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Potensi Panas Bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi panas bumi adalah termasuk energi primer yaitu energi yang diberikan oleh alam seperti minyak bumi, gas bumi, batubara dan tenaga air. Energi primer ini di Indonesia tersedia dalam jumlah sedikit (terbatas) dibandingkan dengan cadangan energi primer dunia. Sebagai gambaran sedikitnya atau terbatasnya energi tersebut adalah berdasarkan data pada Tabel I. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabel 1 Cadangan energi primer dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cadangan Minyak Bumi Indonesia  1,1 % Timur Tengah 70 %&lt;br /&gt;Cadangan Gas Bumi Indonesia  1-2 % Rusia  25 %&lt;br /&gt;Cadangan Batubara Indonesia  3,1 % Amaerika Utara  25 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sedangkan cadangan energi panas bumi di Indonesia relatif lebih besar bila dibandingkan dengan cadangan energi primer lainnya, diperkirakan mencapai 27 GWe atau setara dengan 40 persen sumberdaya panasbumi dunia, hanya saja belum dimanfaatkan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2:&lt;br /&gt;Tabel 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggunaan Energi Panas Bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, energi panas bumi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sumber energi terbarukan yang lain, diantaranya: (1) hemat ruang dan pengaruh dampak visual yang minimal, (2) mampu berproduksi secara terus menerus selama 24 jam, sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan energi (energy storage), serta (3) tingkat ketersediaan (availability) yang sangat tinggi yaitu diatas 95%. Namun demikian, pemulihan energi (energy recovery) panas bumi memakan waktu yang relatif lama yaitu hingga beberapa ratus tahun. Secara teknis-ekonomis, suatu lokasi sumber panas bumi mampu menyediakan energi untuk jangka waktu antara 30-50 tahun, sebelum ditemukan lokasi pengganti yang baru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSteve%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td colspan="5" style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt; Tabel 4 Pemanfaatan dan perkembangan energi   panas bumi di berbagai negara&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Negara&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1976   (MW)&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1980   (MW)&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1985   (MW)&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;2000   (MW)&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Amerika   Serikat &lt;br /&gt;  Italia &lt;br /&gt;  Filipina &lt;br /&gt;  Jepang &lt;br /&gt;  Selandai Baru &lt;br /&gt;  Meksiko &lt;br /&gt;  Islandia &lt;br /&gt;  Rusia &lt;br /&gt;  Turki &lt;br /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt; &lt;br /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; &lt;br /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Argentina&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;   &lt;br /&gt;  Kanada &lt;br /&gt;  Spanyol&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;522   &lt;br /&gt;  421 &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  68 &lt;br /&gt;  192 &lt;br /&gt;  78,5 &lt;br /&gt;  2,5 &lt;br /&gt;  3 &lt;br /&gt;  0,5 &lt;br /&gt;  1 &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  -&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;908   &lt;br /&gt;  455 &lt;br /&gt;  443 &lt;br /&gt;  218 &lt;br /&gt;  203 &lt;br /&gt;  218 &lt;br /&gt;  64 &lt;br /&gt;  5,7 &lt;br /&gt;  0,5 &lt;br /&gt;  3 &lt;br /&gt;  2,3 &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  -&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;3.500   &lt;br /&gt;  800 &lt;br /&gt;  1.726 &lt;br /&gt;  6.900 &lt;br /&gt;  282 &lt;br /&gt;  1.000 &lt;br /&gt;  150 &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  400 &lt;br /&gt;  50 &lt;br /&gt;  32,3 &lt;br /&gt;  20 &lt;br /&gt;  10 &lt;br /&gt;  25&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;30.000   &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  4.000 &lt;br /&gt;  48.000 &lt;br /&gt;  352 &lt;br /&gt;  10.000 &lt;br /&gt;  500 &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  1.000 &lt;br /&gt;  200 &lt;br /&gt;  3.500 &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  - &lt;br /&gt;  200&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Jumlah&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1.288,5&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;2.520,5&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;14.895,3&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;97.752&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt; &lt;br /&gt; Apabila dilihat dari tabel tersebut di atas, tampak bahwa pemenuhan kebutuhan energi listrik pada beberapa negara melalui pemanfaatan energi panas bumi terus meningkat.&lt;br /&gt;Selain untuk tenaga listrik, panas bumi dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan usaha pemanfaatan energi dan/atau fluidanya, misalnya dimanfaatkan dalam dunia agroindustri. Sejumlah lapangan panas bumi Indonesia berdekatan bahkan berada di daerah pertanian, peternakan, kehutanan dan perkebunan yang membutuhkan energi panas dalam proses produksi maupun pengolahan hasil, yaitu untuk proses pengeringan, pengawetan, sterilisasi, pasteurisasi, pemanasan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak Negatif Terhadap Lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi panas bumi terdapat di kawasan pegunungan yang biasanya dijadikan kawasan konservasi sebagai hutan lindung. Dengan adanya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber panas bumi di kawasan tersebut dapat mengganggu daerah konservasi tersebut. Serta kemungkinan terjadi pencemaran air tanah oleh kontaminan yang terbawa naik fluida panas bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harga Energi Panas Bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga jual uap untuk pembangkit listrik saat ini berkisar 3,7 s/d 38 sen US$/kWh, sedangkan harga jual listrik berkisar 4,2 s/d 4,4 sen US$/kWh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masa Depan Energi Panas Bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan lapisan bumi yang saling bertumbukan menyebabkan terjadinya proses radioaktif di kedalaman lapisan bumi sehingga menyebabkan terbentuknya magma dengan temperatur lebih dari 2000 °C. Setiap tahun air hujan serta lelehan salju meresap ke dalam lapisan bumi, dan tertampung di suatu lapisan batuan yang telah terkena arus panas dan magma. Lapisan batuan itu disebut dengan geothermal reservoir yang mempunyai kisaran temperatur antara 200° - 300 °C. Siklus air yang setiap tahun berlangsung menyebabkan lapisan batuan reservoir sebagai tempat penghasil energi panas bumi yang dapat terus menerus diproduksi dalam jangka waktu yang sangat lama. Itulah sebabnya mengapa panas bumi disebut sebagai energi terbarukan.&lt;br /&gt;Penggunaan panas bumi sebagai salah satu sumber tenaga listrik memiliki banyak keuntungan di sektor lingkungan maupun ekonomi bila dibandingkan sumber daya alam lainnya seperti batubara, minyak bumi, air dan sebagainya. Tidak seperti sumber daya alam lainnya. Sifat panas bumi sebagai energi terbarukan menjamin kehandalan operasional pembangkit karena fluida panas bumi sebagai sumber tenaga yang digunakan sebagai penggeraknya akan selalu tersedia dan tidak akan mengalami penurunan jumlah.&lt;br /&gt;Pada sektor lingkungan, berdirinya pembangkit panas bumi tidak akan mempengaruhi persediaan air tanah di daerah tersebut karena sisa buangan air disuntikkan ke bumi dengan kedalaman yang jauh dari lapisan aliran air tanah. Limbah yang dihasilkan juga hanya berupa air sehingga tidak mengotori udara dan merusak atmosfer. Kebersihan lingkungan sekitar pembangkit pun tetap terjaga karena pengoperasiannya tidak memerlukan bahan bakar, tidak seperti pembangkit listrik tenaga lain yang memiliki gas buangan berbahaya akibat pembakaran.&lt;br /&gt;Sedangkan di sektor ekonomi, pengembangan energi panas bumi dapat meningkatkan devisa negara. Penggunaannya dapat meminimalkan pemakaian bahan bakar yang berasal dari fosil (minyak bumi, gas dan batubara) di dalam negeri sehingga, mereka dapat diekspor dan menjadikan pemasukan bagi negara. Hal ini mengingat sifat energi panas bumi yang tidak dapat diangkut jauh dari sumbernya. Dengan mengembangkan panas bumi, kapasitas sebesar 330 MW yang dihasilkan energi panas bumi, negara dapat menghemat pemakaian minyak bumi sebesar 105 MM BBL.&lt;br /&gt;Selain sebagai sumber listrik, energi panas bumi juga bisa dimanfaatkan dalam dunia agroindustri. Sejumlah lapangan panas bumi Indonesia berdekatan bahkan berada di daerah pertanian, peternakan, kehutanan dan perkebunan yang membutuhkan energi panas dalam proses produksi maupun pengolahan hasil. Energi panas memang paling dibutuhkan dalam proses pengeringan, pengawetan, sterilisasi, pasteurisasi, pemanasan dan sebagainya. Selama ini, petani menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut. Semakin besar industri yang mereka garap, semakin besar pula BBM yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber bacaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU RI No. 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Merdeka online, “ Harga Listrik Panas Bumi Dinilai Telalu Murah”, Selasa 14 Nopembeer 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info Energi online, “Energi Panas Bumi, Energi Terbarukan”, http://infoenergi.wordpress.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisnu Arya Wardhana dkk, “Prospek Energi Panas Bumi di Indonesia”, Elektro Indonesia Edisi 15, Nopember 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugiharto Harsoprayitno, “Peluang Panas Bumi Sebagai Sumber Energi Alternatif Dalam Penyediaan Tenaga Listrik Nasional”, Departemen ESDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rifiqi Hasan, “Listrik dari Panas Bumi Bedugul”, http://www.tempo.co.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen LPE, “Kebijakan Pemanfaatan Pasa Bumi Untuk Kelistgrikan Nasional”, Departemen ESDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber berita : http://agungr.vox.com/library/post/energi-panas-bumi-1.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-2556428984251926644?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/2556428984251926644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/05/energi-panas-bumi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/2556428984251926644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/2556428984251926644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/05/energi-panas-bumi.html' title='ENERGI PANAS BUMI'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-3474058694485584337</id><published>2010-05-04T14:23:00.002+07:00</published><updated>2010-05-04T14:32:59.365+07:00</updated><title type='text'>SBY janji hapus hambatan investasi panas bumi</title><content type='html'>Selasa, 27 April 2010 &lt;br /&gt;Bisnis Indonesia &lt;br /&gt;Wartawan/Penulis: NURBAITI &amp; LINDA T. SILITONGA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden), Hatta Rajasa (Menko Perekonomian) &lt;br /&gt;SBY janji hapus hambatan investasi panas bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH NURBAITI &amp; LINDA T. SILITONGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bisnis Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;NUSA DUA, Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan akan menghapus aturan yang menghambat masuknya investasi, baik lokal maupun asing, dalam pengembangan panas bumi untuk menjadi pemain utama dunia di energi tersebut.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan Penyelenggaraan World Geothermal Congress (WGC) 2010—dihadiri lebih dari 2.500 perusahaan dari 85 negara lain—yang bertujuan menggenjot penggunaan panas bumi, kemarin ditandatangani 12 proyek perjanjian kerja sama pengembangan energi itu dengan nilai US$5 miliar.&lt;br /&gt;"Saya tahu banyak sejumlah halangan [yang bisa mengganggu] ketertarikan lokal dan asing untuk berinvestasi [membangun PLTP], dan saya telah menyingkirkan halangan tersebut," katanya dalam pembukaan WGC 2010. Upaya menyingkirkan halangan berinvestasi, tambah Presiden, bertujuan menggenjot penggunaan energi panas bumi.  Indonesia saat ini baru memanfaatkan potensi energi itu sebesar 4,2%. Padahal negara ini menguasai 40% dari total potensi panas bumi dunia.&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, Amerika Serikat saat ini telah menggunakan energi geotermal sebesar 4.000 megawatt (MW) sehingga negara itu tercatat sebagai negara terbesar pengguna panas bumi. Setelah AS, Filipina menduduki peringkat kedua sekitar 2.000 MW dan peringkat ketiga Indonesia 1.100 MW. "Pada 2025, kontribusi panas bumi terhadap ketersediaan listrik nasional bisa mencapai 5%."&lt;br /&gt;Dalam rangka menggenjot investasi panas bumi, pemerintah telah menetapkan ketentuan harga jual tertinggi US$ 0,097 per kWh. Selain itu, insentif lainnya berupa menyerahkan ketentuan strategi pembiayaan, termasuk usulan skema asuransi untuk kegiatan eksplorasi pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) ke pengembang listrik swasta (IPP) serta setiap lelang panas bumi yang dilakukan pemda juga melibatkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).&lt;br /&gt;Sumber energi&lt;br /&gt;Berkaitan dengan Penandatanganan 12 proyek kerja sama bernilai US$5 miliar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Penandatanganan kesepakatan pengembangan proyek panas bumi tersebut diharapkan bisa memacu penggunaan panas bumi sebagai sumber energi nasional.&lt;br /&gt;"Hari ini [kemarin], telah ditandatangani 12 proyek panas bumi dengan nilai investasi lebih dari US$5 miliar. Nilai investasi ini diharapkan semakin meningkat ke depan karena Indonesia mempunyai potensi panas bumi cukup besar," ujarnya berharap.&lt;br /&gt;Dia menilai potensi panas bumi sebesar 40% dari potensi dunia yang tersebar mulai dari kawasan Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku. Kondisi ini diyakini menarik bagi investor untuk dikembangkan. "Kerja sama panas bumi itu dapat mempercepat penyelesaian megaproyek 10.000 MW tahap II." Sebanyak 12 proyek kerja sama yang diteken PLN a.l. perjanjian jual beli uap panas bumi empat proyek PLTP milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berkapasitas 320 MW dengan nilai. US$541 juta.&lt;br /&gt;Keempat proyek pembangkit itu, yakni PLTP Lahendong unit 4 (1x20 MW) dan PLTP Kotamo-bagu (4x20 MW) di Sulawesi Utara, PLTP Hululais, Bengkulu (2x55 MW) serta PLTP Sungai Penuh Jambi (2x55 MW).&lt;br /&gt;Proyek lainnya yang diteken penyerahan izin usaha panas bumi dari pemerintah daerah kepada pemenang lelang berkapasitas 230 MW dengan total investasi US$690 juta: Proyek itu a.l. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PLTP Sokoria oleh Pemkab Ende, NTT kepada PT Sokoria Geothermal Indonesia&lt;/span&gt;, Pemkab Solok dan PT Supreme Energy untuk proyek PLTP Liki Pinangawan Muara Laboh.&lt;br /&gt;Selain itu, penyerahterimaan SK Penetapan Pemenang Lelang WKP kepada PT Golden Spike Indonesia dari Pemprov Jawa Tengah untuk proyek PLTP Gunung Ungaran dan Pemkab Lampung Selatan kepada PT Supreme Energy untuk proyek Gunung Raja-basa. Proyek dengan total kapasitas sebesar 330 MW itu diperkirakan membutuhkan investasi sebesar US$990 juta. "Pasokan listrik di beberapa daerah akan semakin kuat dengan ditandatanganinya perjanjian jual beli uap tersebut. Bahkan pasokan listrik di Sulawesi Utara juga akan bertambah dengan masuknya PLTP Kotamo-bagu," ujar Direktur Perencanaan Teknologi PLN Nasri Sebayang. &lt;br /&gt;(ibeth. nur bait i@ bisnis, co. id/Iinda, silitonga® bisnis, co. id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUMMARY :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan akan menghapus aturan yang menghambat masuknya investasi, baik lokal maupun asing, dalam pengembangan panas bumi untuk menjadi pemain utama dunia di energi tersebut. Bersamaan dengan Penyelenggaraan World Geothermal Congress (WGC) 2010—dihadiri lebih dari 2.500 perusahaan dari 85 negara lain—yang bertujuan menggenjot penggunaan panas bumi, kemarin ditandatangani 12 proyek perjanjian kerja sama pengembangan energi itu dengan nilai US$5 miliar. Sebagai gambaran, Amerika Serikat saat ini telah menggunakan energi geotermal sebesar 4.000 megawatt (MW) sehingga negara itu tercatat sebagai negara terbesar pengguna panas bumi. Setelah AS, Filipina menduduki peringkat kedua sekitar 2.000 MW dan peringkat ketiga Indonesia 1.100 MW. Dalam rangka menggenjot investasi panas bumi, pemerintah telah menetapkan ketentuan harga jual tertinggi US$ 0,097 per kWh. Selain itu, insentif lainnya berupa menyerahkan ketentuan strategi pembiayaan, termasuk usulan skema asuransi untuk kegiatan eksplorasi pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) ke pengembang listrik swasta (IPP) serta setiap lelang panas bumi yang dilakukan pemda juga melibatkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.starbrainindonesia.com/site/mpm/2287/sby-janji-hapus-hambatan-investasi-panas-bumi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-3474058694485584337?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/3474058694485584337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/05/sby-janji-hapus-hambatan-investasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3474058694485584337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3474058694485584337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/05/sby-janji-hapus-hambatan-investasi.html' title='SBY janji hapus hambatan investasi panas bumi'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-737625468030065386</id><published>2010-03-29T14:57:00.002+07:00</published><updated>2010-03-29T16:05:59.234+07:00</updated><title type='text'>PULANG</title><content type='html'>kala lelah melangkah dan raga penat letih&lt;br /&gt;rindu membawaku pulang&lt;br /&gt;pada ayah pada ibu dan pada cokelat kelabu kampung kita&lt;br /&gt;pada merdu kicau kuau dan tekukur di ranting-ranting kemiri depan rumah kita&lt;br /&gt;pada gemericik air pancuran dan sejuk angin pegunungan&lt;br /&gt;pada embun pagi di hijau daun dan rerumputan&lt;br /&gt;pada denting gitar dan nyanyian anak kampung yang menyeruak di malam2 sunyi&lt;br /&gt;pada dentang lonceng gereja tua yang menyibak dingin pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sana...&lt;br /&gt;setapak tua nan elok meliuk melintasi tepi2 kampung kita&lt;br /&gt;rindukan pijak kaki kita kembali&lt;br /&gt;dan kenanglah...&lt;br /&gt;Kelikiku nan anggun menjulang&lt;br /&gt;setia menanti kita PULANG...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;@ this poem dedicated to all of sokoria's overseas&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-737625468030065386?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/737625468030065386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/03/pulang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/737625468030065386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/737625468030065386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/03/pulang.html' title='PULANG'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-4750257804937236163</id><published>2010-01-25T11:00:00.002+07:00</published><updated>2010-01-25T11:04:41.190+07:00</updated><title type='text'>TANGGAPAN TENTANG KEBERADAAN PROYEK PLTP MUTUBUSA</title><content type='html'>Rabu, 30 September 2009&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masyarakat Sokoria Sambut Baik PLTP Mutubusa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Philipus Suri&lt;br /&gt;Ende, Flores Pos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Desa Sokoria, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende sangat mendukung hadirnya proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sokoria (Mutubusa). Sudah lama masyarakat Desa Sokoria menunggu. Sekarang sudah ada pemenang tender yaitu PT Sokoria Geothermal Indonesia yang mau mengelola panas bumi Sokoria. PT Sokoria Geothermal Indonesia merupakan konsorsium PT Bakrie Power dan PT Energi Management Indonesia (EMI) bukan ENI.&lt;br /&gt;“Kami masyarakat Desa Sokoria menyambut baik pembangunan proyek PLTP Sokoria (Mutubusa). Kami minta PT Sokoria Geothermal Indonesia sebagai pemenang tender segeralah datang untuk mengekploitasikan panas bumi ini. Karena kami sangat membutuhkan listrik,” kata Sirilus Renggu, salah satu tokoh masyarakat Desa Sokoria melalui telepon selulernya dari Sokoria kepada Flores Pos di Ende, Senin (28/9).&lt;br /&gt;Kata Sirilus, saat ini masyarakat dan tokoh masyarakat Desa Sokoria lainnya sudah mengetahui bahwa Bupati Ende, Don Bosco M. Wangge sudah menandatangani MoU pemenang tender dengan PT Sokoria Geothermal Indonesia di Jakarta untuk mengelola PLTP Mutubusa.&lt;br /&gt;“Ada masyarakat dan tokoh masyarakat datang ke saya minta agar PT Sokoria Geothermal Indonesia jangan menunda-nunda lagi. Datang sudah,” kata mantan anggota DPRD Ende 2 periode, 1999-2004 dan 2004-2009.&lt;br /&gt;Dia meminta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Ende agar mendukung proyek PLTP Sokoria (Mutubusa). Jangan melihat uang Rp100 miliar. Uang Rp100 miliar itu adalah uang jaminan dari PT Sokoria Geothermal Indonesia kepada Pemkab Ende.&lt;br /&gt;“Jika PT Sokoria Geothermal Indonesia melaksanakan kewajibannya dalam 6 bulan ke depan, uang Rp100 miliar itu mereka akan tarik kembali. Bukan milik Pemkab Ende lagi kecuali mereka tidak melaksanakan kewajibannya”.&lt;br /&gt;Dia juga minta kepada Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende dan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI) yang melakukan aksi demo menolak PLTP Sokoria (Mutubusa) pada Sabtu (26/9) lalu ke Pemkab dan DPRD Ende agar juga bisa memaparkan hasil kajian teknis soal dampak dari pembangunan proyek PLTP Mutubusa.&lt;br /&gt;Karena rencana pembangunan PLTP Sokoria (Mutubusa), kata Sirilus, sudah sejak beberapa tahun lalu, pada kepemimpinan Bupati Paulinus Domi. Sejak saat itu ada kegiatan pengeboran untuk meneliti landaian suhu. Tapi masyarakat Sokoria tidak menolak atau mempertanyakan. ”Jadi, masyarakat sangat Sokoria sangat mendukung. Dan, sekarang masyarakat Sokoria sangat menyambut baik hadirnya PT Sokoria Geothermal Indonesia untuk membangun proyek PLTP Sokoria (Mutubusa)”.&lt;br /&gt;Menjanjikan&lt;br /&gt;Sementara mantan anggota DPRD Ende, H. Djamal Humris kepada Flores Pos, Senin (28/9), mengatakan pembangunan proyek PLTP Sokoria (Mutubusa) sangat positif dan menjanjikan bagi masyarakat Kabupaten Ende ke depan. Bukan saja hanya mendukung ketersediaan tenaga listrik, tetapi juga akan mendukung sektor-sektor lain seperti sektor industri, pariwisata, dan pertanian.&lt;br /&gt;“Bagi yang belum memahami manfaat dari proyek tersebut jangan asal menolak. Harus ada kajian ilmiah. Karena rencana pembangunan proyek PLTP Sokoria (Mutubusa) sejak masa kepemimpinan Paulinus Domi. Dan, itu pernah disosialisasikan oleh pakarnya di lantai 2 Kantor Bupati Ende. Jadi proyek itu harus didukung,” katanya.&lt;br /&gt;Itu pun pada periode lalu, kata Djamal, ada anggaran dari APBD Ende untuk mendukung rencana pembangunan proyek PLTP tersebut. Anggaran itu untuk pembenahan jalan ke Sokoria dan dana pendamping lainnya seperti pembebasan lahan.&lt;br /&gt;Sudah Rujuk UU&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Ende, Bernabas L. Wangge ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9) mengatakan pembangunan proyek PLTP Sokoria sudah merujuk pada UU No. 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi, PP No. 59 Tahun 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi, Peraturan Menteri ESDM No. 11 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Panas Bumi, dan Keputusan Menteri ESDM No. 1534K/30/MEM/2008 tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi di Sokoria, Kabupaten Ende.&lt;br /&gt;Dia juga mengatakan, Bupati Ende belum mengeluarkan izin usaha pertambangan (IUP) kepada PT Sokoria Geothermal Indonesia guna melakukan pembangunan proyek PLTP Sokoria. Karena salah satu syaratnya harus ada uang jaminan dulu sebagai jaminan kesungguhan.&lt;br /&gt;“Jika uang jaminan Rp100 miliar itu sudah ada, Pemkab Ende tidak akan pakai termasuk bunganya. Bila 6 bulan ke depan PT Sokoria Geothermal Indonesia sudah melakukan kegiatan sesuai kontrak kerja, uang jaminan tersebut pihaknya akan tarik kembali,” katanya. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecemasan Warga Ngalupolo Terhadap PLTP Mutubusa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh : d_lomen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Desa Ngalupolo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Flores, NTT  mengaku cemas dengan rencana eksplorasi gas alam Mutubusa di Sokoria, Ndona Timur, Ende, Flores, NTT yang akan dilaksanakan oleh PT. Sokoria Geothermal Indonesia (SGI). Keputusan Pemerintah Kabupaten Ende mengijinkan pihak PT. SGI mengembang proyek pembangkit listrik panas bumi tersebut sesungguhnya mendapat penolakan keras dari elemen mahasiswa dan LSM pemerhati lingkungan. Alasannya  sudah banyak proyek serupa yang merusak lingkungan di Indonesia. Contoh nyata seperti semburan lumpur panas di Mataloko, Bajawa, Flores, NTT pertengahan 2009 dan semburan lumpur panas  di Sidoarjo, Jawa Timur (2006-sekarang).&lt;br /&gt;Namun rupanya ambisi pemerintah daerah untuk segera memenuhi kebutuhan listrik kepada masyarakat seakan mengabaikan semua penolakan yang disuarakan mahasiswa. &lt;br /&gt;Bagi warga Ngalupolo yang bermukim di pesisir, realisasi proyek tersebut  menjadi ancaman serius terhadap kelangsungan hidup mereka. Pasalnya, satu-satunya air sungai yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bersumber dari pegunungan Sokoria (lokasi proyek). Praktis, jika aliran sungai tersebut tercemar  zat-zat kimia, maka bayaha serius akan dirasakan 600-san jiwa warga di kampung itu. Bahaya lain  yang juga menjadi kekewatiran masyarakat adalah ketika sebagian hutan di hulu dibabat untuk kepentingan proyek, maka debit air jelas akan turun termasuk juga ancaman banjir bandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan di: Desember 07, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-4750257804937236163?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/4750257804937236163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/01/tanggapan-tentang-keberadaan-proyek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4750257804937236163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4750257804937236163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/01/tanggapan-tentang-keberadaan-proyek.html' title='TANGGAPAN TENTANG KEBERADAAN PROYEK PLTP MUTUBUSA'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-523200271517945607</id><published>2010-01-21T11:21:00.004+07:00</published><updated>2010-10-11T20:06:40.435+07:00</updated><title type='text'>SURAT DARI KAMPUNG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sobatku yang baik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini ketika aku menulis surat ini di luar hujan deras. Garis-garis air bagai jarum berjatuhan di atas daun-daun, di atas rerumputan. Lewat jendela kulemparkan pandangan ke lapangan rumput di depan gereja. Air hujan membentuk kolam-kolam kecil yang bening di atas rumput hijau di beberapa bagian lapangan yang berlekuk. Aku tersenyum teringat kamu yang jenaka dan sedikit usil. Saat-saat seperti ini biasanya kita berlarian menuju lapangan itu, saling menggoda, bergulingan di genangan-genangan air itu. Biasanya kau paling nakal, membuat kami teman-temanmu berjatuhan lalu tertawa berderai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah di tempat kau berada saat ini ada keriangan waktu hujan seperti di kampung kita? Aku sangsi. Aku cemas ketika menyaksikan berita di televisi bahwa kotamu sering dilanda banjir ketika hujan turun. Apakah tempat tinggalmu juga terendam banjir seperti yang aku saksikan di televisi? Aku coba melihat dengan seksama tayangan demi tayangan, barangkali ada engkau di atas perahu karet penolong. Aku tidak bermaksud menertawakanmu. Aku hanya mencemaskanmu, sobat. Semoga kau selalu baik-baik saja adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup lama kita tidak bertemu. Masih ingatkah kau pada kami teman-temanmu di sini? Senja atau malam hari purnama, saat duduk-duduk di teras rumah, kami juga membicarakanmu. Kadang-kadang tawa kami berderai bila bercerita tentang kelakuan kita yang lucu-lucu waktu kecil. Menunggang kuda tanpa pelana dan berpacu hingga pantat kita lecet-lecet. Hahaha... tetapi kita tak pernah jera dan selalu mengulangnya kembali. Sore hari bermain bola dengan kaki tanpa sepatu, tak peduli kaki kita luka dan berdarah. Bermain di sungai Loworia hingga kelaparan. Ah terlalu banyak cerita masa kecil kita di sini. Masih ingat kah kau? Mudah-mudahan kau juga mengenangnya dan ikut tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan sudah mulai reda dan di luar sudah mulai gelap. Sampai di sini dulu ceritaku, lain waktu disambung lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dan doaku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-523200271517945607?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/523200271517945607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/01/surat-dari-kampung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/523200271517945607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/523200271517945607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/01/surat-dari-kampung.html' title='SURAT DARI KAMPUNG'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-3047788260455572905</id><published>2010-01-08T16:51:00.002+07:00</published><updated>2010-01-08T16:56:18.164+07:00</updated><title type='text'>Pua Saleh Pertanyakan Keberangkatan Tiga Anggota DPRD</title><content type='html'>Studi Banding ke Lokasi Panas Bumi Garut&lt;br /&gt;Oleh: Hieronimus Bokilia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ende, Flores Pos.&lt;/span&gt;, 6 Januari 2010.&lt;br /&gt;Ketua Fraksi Demokrat, Haji Pua Saleh mempertanyakan keberangkatan tiga anggota DPRD Ende ke lokasi panas bumi Garut untuk mengikuti studi banding. Tiga anggota Dewan masing-masing Philipus Kami, Damran I Baleti dan Maximus Deki merupakan tiga anggota Dewan yang selama ini begitu getol mempersoalkan rencana eksporasi dan eksploitasi panas bumi Mutubusa. Karena itu keberangkatan ketiganya apalagi dibiayai oleh pemerintah melalui Dinas Pertambangan dan Energi patut dipertanyakan. Apalagi, kata dia, informasi dari dinas menyebutkan bahwa keberangkatan mereka bukan untuk mengikuti studi banding ke Garut namun untuk menghadiri penandatanganan MoU jaminan keseriusan dari pihak investor dengan memberikan uang jaminan senilai Rp100 miliar.&lt;br /&gt;Kepada Flores Pos di ruang kerja Komisi B, Rabu (30/12), Haji Pua Saleh mengatakan, keberangkatan ketiga anggota Dewan ini atas penunjukan dari pimpinan DPRD tanpa melalui mekanisme dan dinilai tidak transparan. Seharusnya, kata dia, jika ketiga anggota Dwan ii pergi mewakili lembaga Dewan maka seharusnya penunjukannya harus melalui mekanisme rapat Dewan untuk mengambil kesepakatan mengirim utusdan mengikuti kegiatan dimaksud apalagi kegiatan penandatanganan MoU jaminan keseriusan dari pihak investor.&lt;br /&gt;Dikatakan, sebetulnya dia tidak keberatan atas keberangkatan ketiganya. Hanya saja tidak ada transparansi dalam penunjukan ketiganya. “Jadi pertanyaan apakah mereka mewakili lembaga atau berangkat secara indifidu atau pribadi,” kata Pua Saleh. Namun karena mereka sudah mengikuti kegiatan penandatanganan MoU tersebut maka setidaknya ketika mereka kembali nanti mereka mampu memberikan penjelasan atau sosialisasi terkait rencana eksporasi dan eksploitasi panas bumi Mutubusa kepada masyarakat. Hal yangperlu dijelaskan ketiganya, kata dia adalah menyangkut analisis dampak lingkungan (AMDAL), royalti yang diperoleh pemerintah dari kegiatan tersebut bagaimana langkah-langkah antisipasi ke depan mengingat proyek ini jangka waktunya cukup lama yakni mencapai 40 tahun.&lt;br /&gt;Menurut Pua Saleh, selama ini masyarakat masih sangat awam soal kegiatan proyek panas bumi Mutubusa baik mengenai kajian AMDAL. Bahkan, kata dia, anggota DPRD Ende juga banyak yang belum memahami sejauh mana sosialisasi pemerintah daerah kepada masyarakat terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi panas bumi. Sejauh ini juga belum ada transparansi dari pemerintah terkait MoU dan kontrak kerja dengan pihak investor sehingga Dewan belum bisa menjadwalkan waktu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pua Saleh menilai, lokasi panas bumi Mutubusa yang letaknya di ketinggian dan dibawahnya terletak pemukiman warga memang sangat riskan. “Kita khawatir kejadian di Lapindo bisa berpindah ke Mutubusa. Jelas kalau terjadi pemukiman warga yang ada di bawah dataran akan menjadi korban,” kata Pua Saleh.&lt;br /&gt;Karena itu dia berharap, tiga anggota yang ditunjuk pimpinan mewakil lembaga Dewan yang dinilainya selama ini cukup ngotot menolak rencana proyek panas bumi ini mampu menterjemahkan langkah-langkah lebih lanjut setelah mereka kembali ke Ende. Jika nanti ada protes dari masyarakat yang datang ke lembaga Dewan ketiganya juga harus tampil memberikan penjelasan. “Selama ini ngotot tolak. Tapi kalau sudah jalan itu berarti sama dengan menyetujui.”&lt;br /&gt;Pua Saleh juga mempertanyakan pembiayaan yang dikeluarkan pemerintah untuk membiayai segala kegiatan menyangkut rencana proyek panas bumi Mutubusa. Padahal, kata dia, seharusnya segala biaya tersebut menjadi tanggung jawab pihak investor. Namun pemerintah dalam APBD mengusulkan sejumlah anggaran dan telah ditetapkan bersama DPRD untuk membiayai segala kegiatan dimaksud dana lebih kurang Rp600 juta lebih yang telah dimanfaatkan. “Kesimpulannya terjadi saling tumpang tindih dari pos anggaran yang berbeda. Diduga, ada indikasi penggunaan dana itu fiktif,” kata Pua Saleh.&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende, Barnabas L Wangge kepada Flores Pos dari Surabaya mengatakan, keberangkatan mereka ke Garut bukan untuk penandatanganan MoU jaminan keseriusan. Namun merupakan kegiatan studi banding ke lokasi panas bumi Garut untuk melihat langsung dampak dari kegiatan eksploitasi dan pemanfaatan panas bumi di sana. Dampaknya sangat positif baik dari sisi pendidikan, ekoniomi, pertanian dan dari sisi pariwisata.&lt;br /&gt;Terkait pendanaan, Wangge membantah dengan tegas jika dalam proses ini semua pendaan menjadi tanggung jawab pihak investor. Menurut dia, seluruh pembiayaan dalam proses ini masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pihak investor baru membiayai semua kegiatan ketika ijin usaha pertambangan (IUP) dengan jaminan kesungguhan Rp100 miliar sudah diberikan. Jika sudah mulai dilakukan eksplorasi maka seluruh pembiayaan menjadi tanggung jawab investor. “Kita hanya bantu siapkan infrastruktur seperti jalan. Mereka (investor) juga harus siapkan jaminan sosial, pendidikan bagi masyarakat sekitar lokasi panas bumi.”&lt;br /&gt;Sejauh ini, kata Wangge, IUP belum dapat dikeluarkan karena belum adanya kesepakatan harga jual per kwh antara pihak investor dengan PLN. Pihak investor menawarkan harga terlampau tinggi padahal patokan harga PLN hanya 9,7 sen per kwh sedangkan yang ditawarkan 12,5 sen per kwh. Untuk itu sedang diupayakan membuat usulan ke presiden agar poryek panas bumi Mutubusa masuk dalam perencanaan pengembangan kawasan timur Indonesia agar selisih harga bisa ditanggulangi oleh pemerintah dari APBN.&lt;br /&gt;Anggota DPRD Ende, Philipus Kami yang dihubungi melalui telepon selularnya pada Rabu mengakui dia baru kembali dari Garut dan telah tiba di Kupang. Selanjutnya akan berangkat menuju Ende. Terkait keberangkatannya bersama dua anggota Dewan lainnya, Kami mengakui merupakan perjalanan dinas yang dibiayai oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pertambangan dan Energi. Namun Kami membantah jika keberangkatan mereka itu untuk menghadiri penandatanganan MoU jaminan keseriusan. Akan tetapi, kata Kami, keberangkatan mereka bersama Wakil Bupati Ende, Achmad Mochdar, Kadis Pertambangan dan Energi, Barnabas L Wangge, sejumlah warga dari Komunitas Sokoria, dan staf kecamatan adalah kegiatan semacam studi banding ke lokasi panas bumi Garut.&lt;br /&gt;Kehadiran mereka di Garut untuk melihat dari dekat keberadaan panas bumi Garut baik dari sisi pengaruh ekonomi, pengaruh atau dampak terhadap lingkungan dan pelayanan kepada masyarakat. Sebelum turun ke lokasi panas bumi Garut, kata Kami, mereka terlebih dahulu mengikuti penjelasan teknis dari pihak pengelola panas bumi Garut. Dalam penjelasan teknis dari pihak pengelola terkait dengan kekhawatirannya akan adanya zat berbahaya yang dapat membahayakan masyarakat dijelaskan bahwa zat itu memang ada. Hanya saja dalam pelaksanaannya ada upaya khusus yang dilakukan untuk membuang zat tersebut ke udara sehingga tidak membahayakan masyarakat.&lt;br /&gt;Setelah mendengar penjelasan teknis, selanjutnya mereka ke lokasi panas bumi. Dari hasil pemantauan di lapangan, kata Kami, ada banyak hal yang selama ini dikhawatirkan ternyata tidak terjadi di lokasi panas bumi. Dia mengambil contoh, kondisi lingkungan yang dikhawatirkan ketika dieksplorasi dan dieksploitasi akan merusak lingkungan ternyata kondisi di lokasi panas bumi Garut sangat bertolak belakang. Tanaman bisa hidup dengan subur di lokasi panas bumi Garut. Selain itu, keberadaan panas bumi Garut juga sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat sekitar yang mulai membaik seiring dengan pengoperasian panas bumi Garut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-3047788260455572905?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/3047788260455572905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/01/pua-saleh-pertanyakan-keberangkatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3047788260455572905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3047788260455572905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/01/pua-saleh-pertanyakan-keberangkatan.html' title='Pua Saleh Pertanyakan Keberangkatan Tiga Anggota DPRD'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-8084365163202310343</id><published>2010-01-07T14:27:00.003+07:00</published><updated>2010-01-07T15:08:25.169+07:00</updated><title type='text'>2010</title><content type='html'>sedikit terlambat tetapi tak mengapa... SELAMAT TAHUN BARU 2010..... semoga segala usaha, kesehatan menjadi lebih baik. God bless us....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-8084365163202310343?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/8084365163202310343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/01/2010.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8084365163202310343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8084365163202310343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2010/01/2010.html' title='2010'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-2682377286340960472</id><published>2009-11-06T14:36:00.001+07:00</published><updated>2010-01-25T09:09:30.538+07:00</updated><title type='text'>PLTU Mutubusa Disurvey</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" width="98%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left"&gt;&lt;span class="tanggal"  style="font-size:100%;"&gt;Rabu, 04 Nov 2009, | 13   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" height="3"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class="content" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Di tengah kontrovesi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mutubusa oleh beberapa kalangan di Kabupaten Ende, Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Rekayasa...&lt;br /&gt;Sistem Infrastruktur Energi dan Tenaga Listrik mengadakan survey lokasi di Mutubusa, Kecamatan Ndona Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Ende, Bernabas Wangge kepada koran ini di Ende, Senin (2/11) membenarkan kegiatan pelaksanaan survey tersebut. "Kegiaan survey ini akan berlangsung dua hari yakni tanggal 3 Nopember hingga 4 Nopember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu dilakukan oleh tim dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Mereka akan mensurvey seberapa besar kapasitas yang ada dan berapa daya yang akan dibutuhkan nantinya dalam pemakian ke depan," kata Wangge. Ia mengatakan, pihaknya baru bertemu dan melaporkan kedatangan tim survey ini ke Bupati Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ketua Tim Survei dari BPPT, Dr.Ir. Harsono Hadi ketika dimintai komentarnya berkaitan dengan apa yang akan dilakukan di PLTU Mutubusa mengatakan, hal yang dilakukan pihaknya hanya merupakan survei awal untuk mencari tahu seberapa besar panas bumi yang ada untuk mencukupi kebutuhan listrik di Kabupaten Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan meneliti, berapa daya yang ditentukan dengan jumlah volume uap yang keluar dari sumber panas bumi mengenai teknologi apa yang akan digunakan tentunya melihat kualitas uap dari panas bumi. Ada berapa yang dapat dihasilkan panas bumi dengan kondisi yang siap pakai. Berimbang atau kondisinya lebih besar tentunya melalui survei," kata Harsono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harsono menambahkan, survey juga akan melihat kebutuhan gas alam untuk beberapa tahun ke depan. "Lima atau sepuluh atau dua puluh tahun ke depan karena itu perlu diketahui sedari awal besaran kandungan gas alam ini," katanya. Sehingga, lanjut Harsono, dalam pengoperasiannya tidak mubazir akibat salah memperhitungkan antara kapasitas atau daya kandung yang ada dengan daya pembangkit yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengoperasian PLTU Mutubusa beberapa saat lalu mendapat penolakan dari beberapa elemen masyarakat. Mereka berpendapat kegiatan pemboran atau penambangan apapun tidak mendatangkan keuntungan bagi masyarakat. Diyakini lebih banyak mendatangkan kerugian ketimbangan keuntungan bagi masyarakat. (kr7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: Timor Express)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSteve%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 100%; font-weight: bold;" width="100%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Soal PLTP Sokoria, DPRD   Akan Panggil Pemkab Ende &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 100%;" width="100%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 100%;" width="100%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 100%;" width="100%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; display: none;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 70%;" width="70%" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ditulis oleh Hans      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sunday, 25 October 2009   19:38 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ende, NTT Online - Mengenai pembangunan proyek   Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sokoria (yang selama ini populer   dengan nama PLTP Mutubusa) di Desa Sokoria, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten   Ende, DPRD Ende akan memanggil Pemkab Ende dan dinas teknis terkait untuk   mendapatkan penjelasan yang lengkap tentang pembangunan proyek tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Secara kelembagaan, (khususnya DPRD periode 2009-2014)   belum mendapat gambaran yang jelas tentang konsep pembangunan proyek PLTP   Sokoria tersebut. Demikian dikatakan Ketua Sementara DPRD Ende, Marselinus   Y.W Petu ketika dikonfirmasi Flores Pos di ruang kerjanya, Rabu (30/9),   mengenai rencana pembangunan proyek PLTP Sokoria yang sekarang ini masih ada   nada pro dan kontra dari masyarakat Kabupaten Ende.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Marsel mengatakan Dewan lama (periode 2004-2009)   sudah tahu tentang konsep pembangunan PLTP Sokoria, tetapi Dewan baru periode   2009-2014 belum tahu secara terperinci konsep itu. “Makanya secara   kelembagaan kita akan panggil Pemkab Ende dan dinas terkait. Apalagi sekarang   sudah ada pembangunan fisik di lapangan sejak periode lalu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dewan juga, kata Marsel, akan meminta Pemkab Ende   dan dinas terkait untuk menjelaskan secara terperinci soal teknis dan kajian   ilmiah tentang dampaknya, baik positif maupun negatif, atau analisa dampak   lingkungan (Amdal). Pemerintah juga harus segera melakukan sosialisasi kepada   masyarakat, khususnya masyarakat Sokoria sebagai “tuan tanah”.“Kajian atau   analisis dari Pemkab Ende dan dinas terkait sangat penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Apa untung dan ruginya pembangunan proyek PLTP   Sokoria untuk kesejahteraan masyarakat. Jika penjelasan dari Pemkab Ende dan   dinas terkait berdasakan kajian teknis  lebih banyak untungnya, maka   DPRD Ende akan  merespons. Namun bila ruginya lebih banyak, tentu DPRD   Ende  akan menolak. Hal itu harus disosialisasikan kepada masyarakat,”   katanya. Bagaimana pun juga, kata Marsel, dampak dari pembangunan PLTU   Sokoria  pasti ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Karena lokasi  sumur bor PLTP Sokoria berada di   tempat yang lebih tinggi dari kampung-kampung sekitar yang ada di hilir   Desa  Sokoria, termasuk lahan pertanian warga setempat. Selain   itu,  posisi PLTP Sokoria tidak jauh dari Gunung Kelimutu, dan jangan   sampai potensi khas yang terkenal itu bisa terganggu atau hilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;“Referensi pembangunan PLTP Sokoria harus   benar-benar dikaji secara baik dan benar. Tentu tujuan  eksplorasi dan   eksploitasi panas bumi (uap) di Sokoria itu untuk kemakmuran rakyat dan   peningkatan ekonomi. Namun kita mesti waspada, jangan sampai membawa   malapetaka atau bencana,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tentang penandatanganan MoU (penetapan pemenang)   dengan PT  Sokoria Geothermal Indonesia, konsorsium dari PT Bakrie Power   dan PT Energi Management Indonesia yang mau mengelola PLTP Sokoria, kata   Marsel,  Dewan juga tidak tahu. Mestinya hal ini dibahas juga dengan   Dewan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Antisipasi dari Awal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Salah seorang warga Sokoria yang sekarang   berdomisili di Bajawa, Antonius We, kepada Flores Pos melalui telepon, Selasa   (29/9), mengatakan, pada prinsipnya ia mendukung pembangunan proyek PLTP   Sokoria. Tetapi Pemkab Ende dan DPRD setempat jangan menyepelehkan aksi demo   dari PMKRI dan GMPI serta aspirasi dari elemen masyarakat lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Perlu antisipasi dari awal mengenai dampak   negatifnya. “Karena letak sumur bor PLTP Sokoria berada di ketinggian,   sementara di bawahnya (lereng dan lembah) ada kampung-kampung seperti Kampung   Leledala, Kenaguka yang letaknya berada segaris lurus dengan sumur tersebut.   Jaraknya hanya sekitar kurang lebih 100 meter. Jika terjadi kesalahan teknis   bisa berdampak buruk bagi warga yang berada di kampung-kampung tersebut,”   katanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ia berharap, pembangunan PLTP Sokoria itu perlu ada   kajian yang matang dari awal. Jangan sampai berdampak buruk bagi kehidupan   warga setempat, karena menyangkut manusia dan kehidupannya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;Flores&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt;   Pos&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-2682377286340960472?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/2682377286340960472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/11/pltu-mutubusa-disurvey.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/2682377286340960472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/2682377286340960472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/11/pltu-mutubusa-disurvey.html' title='PLTU Mutubusa Disurvey'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-7313681849443308569</id><published>2009-10-15T18:46:00.000+07:00</published><updated>2009-10-15T18:48:19.703+07:00</updated><title type='text'>PRD Ende PMKRI dan GMPI Desak Dewan Keluarkan Rekomendasi Batalkan MoU</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ende, Flores Pos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Soal WKP Mutubusa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Oleh Hieronimus Bokilia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sekretariat Bersama Perhimpunan Mahasiswa katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende dan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI) Cabang Ende kembali menggelar aksi demo. Sekber PMKRI dan GMPI secara tegas menyatakan sikap menolak segala bentuk kegiatan menyangkut pertambangan di Flores-Lembata umumnya dan Ende khususnya. Mereka juga mendesak DPRD Ende segera mengeluarkan rekomendasi untuk mencabut kesepakatan kerja sama atau Memorandum of Undaerstanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Ende dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bakrie Group yang akan melakukan pengeboran panas bumi Mutubusa. Langkah itu perlu dilakukan karena MoU dibuat tanpa sepengetahuan masyarakat Kabupaten Ende melalui perwakilannya di DPRD Ende.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Aksi demonstrasi yang digelar Sekretariar Bersama PMKRI dan GMPI pada Sabtu (26/9) dimulai dari Sekretariat Bersama di Margasiswa PMKRI Ende, Jalan Wirajaya. Mereka lalu bergerak menuju simpang lima melintasi Jl El Tari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari simpang lima massa bergerak menuju kantor bupati Ende dan berorasi di pintu masuk depan kantor bupati. Setelah berorasi selama lebih kurang 30 menit, massa PMKRI dan GMPI lalu bergerak menuju gedung Dewan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketus Presidium PMKRI Cabang Ende, Levi Padalulu dalam orasinya mengatakan, pertambangan di manapun tidak pernah mensejahterakan masyarakat. Kegiatan pertambangan justru mensengsarakan masyarakat dan merusak lingkungan. Dia mengambil contoh tambang di Papua yang sampai saat ini tidak pernah mensejahterakan masyarakat bahkan masyarakat di sana hingga kini masih menggunakan koteka. Dia juga mengambil contoh kegiatan tambang di Lapindo yang dikerjakan oleh Bakrie yang sangat mensengsarakan masyarakat. Untuk itu, kata Padalulu, kebijakan tambang yang begitu getol diperjuangkan bupati-bupati Flores-Lembata sama dengan membawa persoalan tambang masuk ke Flores-Lembata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Padalulu mengatakan, pemerintah hendaknya lebih memikirkan program pembangunan yang ramah lingkungan daripada membuat program yang menggali kubur untuk masyarakat Kabupaten Ende. Menurutnya, rencana pemerintah mengembangkan panas bumi Mutubusa adalah tindakan yang tidak dapt ditolerir. Kegiatan pengeboran panas bumi Mutubusa yang hanya berjarak lebih kurang 800 meter dari Danau Kelimutu dikhawatirkan akan merusak keindahan Danau Kelimutu. “Kalau nanti mereka bor dan sedot air di Mutubusa bisa saja air Danau Kelimutu ikut tersedot dan Kelimutu akan kehilangan keindahannya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terkait penandatanganan MoU antara pemerintah dan Bakrie Group pada 14 September lalu di Jakarta, kata Padalulu dinilai sebagai tindakan sepihak karena tidak melibatkan masyarakat yang dalam hal ini diwakilkan oleh anggota DPRD Ende. Penyetoran uang jaminan senilai Rp100 miliar oleh Bakrie Gorup bukan merupakan jaminan tetapi sogokan untuk memuluskan jalan masuknya pertambangan. Karena itu, kata dia, MoU&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus dicabut dan Dewan harus merekomendasikan ke bupati untuk mencabut MoU tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketua Korcab GMPI Ende, Nikolaus Bhuka, dalam orasinya mengatakan, kegiatan pertambangan menajdi cacatatan khusus mengingat banyak kejadian yang diakibatkan oleh tambang seperti di Lapindo, Mataloko yang membuat rakyat sengsara. Kegiatan tambang di dua tempat itu sudah jelas-jelas merusak lingkungan dan merosotnya ekonomi masyarakat. Bahkan, jika kegiatan tambang tetap dipaksakan dikhawatirkan akan merusak kultur masyarakat. “Tambang belum dilakukan konflik sudah terjadi di lapangan dan kalau dipaksakan akan membuat konflik lebih dasyat. Tambang adalah bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak.” Dikatakan, hadirnya tambang akan memunculkan kapitalis-kapitalis baru di Kabupaten Ende. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di DPRD Ende, para pendemo diterima anggota DPRD Ende di pelataran gedung Dewan. Pimpinan dan anggota yang sedang menggelar rapat pembahasan peraturan tata tertib terpaksa menskorsing sidang guna menerima massa pendemo yang hadir. Dihadapan massa Sekber PMKRI dan GMPI, Ketua Sementara DPRD Ende, Marselinus YW Petu mengatakan, pimpinan dan anggota Dewan sedang membahas peraturan tata tertib untuk kepentingan lima tahun ke depan. Namun sidang terpaksa diskorsing untuk menerima kehadiran masa Sekber PMKRI dan GMPI. Marsel petu lalu memberikan kesempatan kepada massa untuk menyampaikan maksud kehadiran mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dihadapan pimpinan dan anggota Dewan, Padalulu mengatakan Mutubusa berada di dataran tinggi dan pemukiman berada di dataran rendah. Kegiatan pengeboran jelas akan berdampak pada permukiman yang ada dibawahnya. Dikatakan pula, uang jaminan yang diberikan Bakrie Gorup sebenarnya bukan jaminan tetapi pelicin atau aung sogok untuk melicinkan masuknya kegiatan tambang di Ende. “Lalu apakah Dewan dilibatkan? Kalau terlibat apakah ada surat rekomendasi dari DPRD Ende?” Dikatakan pula, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyangkut hak ulayat masih ada sengketa. Apalagi, kata dia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanah tidak berkembang sedangkan manusia berkembang. Dia mempertanyakan jika tanah sudah diobrak-abrik dan hancur ke depan hendak tinggal di mana lagi. “Sekarang dan ke depan Ende belum butuh tambang tetapi butuh pertanian, perkebunan dan pengembangan pariwisata.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Heribertus Gani, pada kesempatan itu mengatakan, segala sesuatu kebijakan pembangunan yang berdampak luas terhgadap eksistensi masyarakat dan merugikan masyarakat patut ditentang. Sikap tindakan yang diambil tentunya mempunyai pendasaran secara teoritis dan pertimbangan-pertimbangan lain. Sikap yang diambil harus rasional dan bisa dipertanggungjawabkan. Pertambangan banyak pihak yang ikut dalam proses termasuk masyarakat dan dalam proses ini ada Amdal dan itu ada bagiannya. Jika Amdal mengatakan merugikan masyarakat sejak awal menentang dan harus bersikap menolak. Tetapi kalau tambang setelah dikaji sisi positif dan negatifnya ternyata sisi positifnya lebih banyak kenapa harus ditantang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketika tambang memiliki nilai positif meningkatkan ekonomi rakyat, kata Gani maka harus siap kondisi dan tidak begitu saja menjeneralisir tambang jelek dan menghancurkan. Terkait MoU yang dipolemikan perlu dibenahi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Arminus Wuni Wasa mengatakan, kegiatan pertambangan yang menggunakan alat moderen tidak pernah menguntungkan bahkan mematikan. Terkait Mutubusa, pimpinan Dewan dan pemerintah belum bicarakan dan secara pribadi belum pernah tahu baik lisan maupun tertulis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gabriel Dala Emma mengatakan, kegiatan tambang yang tidak berpihak pada rakyat jelas ditolak apalagi sampai mensengsarakan rakyat. Wakil Ketua Sementara Fransiskus Taso menambahkan, selama lima tahun periode lalu pemerintah belum pernah sampaikan draf kajian soal Mutubusa. MoU yang merupakan kelanjutan dari kajian-kajian dan MoU itu sendiri lembaga tidak pernah tahu dan tidak pernah disurati. “Kami sama sekali tidak tahu apalagi kajian-kajiannya juga tidak tahu.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menyikapi hal itu, Marsel petu berjanji akan mengundang instansi teknis terkait untuk dengar pendapat di DPRD Ende. Penyelenggaraan pembanguna, katanya harus melalui tahapan-tahapan dan karena rakyat sebagai pemilik pemerintahan maka konsep pembangunan harus dibicarakan bersama rakyat. Perlu pula dipelajari dampak dan manfaatnya serta untung dan ruginya karena itu merupakan p[engukuran kinerja dari pemerintah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-7313681849443308569?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/7313681849443308569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/10/prd-ende-pmkri-dan-gmpi-desak-dewan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7313681849443308569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7313681849443308569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/10/prd-ende-pmkri-dan-gmpi-desak-dewan.html' title='PRD Ende PMKRI dan GMPI Desak Dewan Keluarkan Rekomendasi Batalkan MoU'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-8128374011496346198</id><published>2009-10-08T15:23:00.002+07:00</published><updated>2009-10-08T16:58:43.588+07:00</updated><title type='text'>RINDU SOKORIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tadi sekitar pkl. 12.30 - 15.00 WIB, saya keluyuran menyusuri ruas jalanan Jakarta, naik motor. Panas menyengat. Untung saya pakai jacket dan sarung tangan sehingga kulit tidak terbakar panas matahari. Saya teringat Sokoria yang sejuk dingin dan sepi. Sungguh jauh berbeda dengan Jakarta. Tiba-tiba saya merindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 2005, terakhir saya pulang ke Sokoria. Sudah 4 tahun saya belum kembali lagi ke sana. Sudah seperti apa Sokoria saat ini? Tentu banyak perubahannya. Saya hanya bisa membayangkannya ketika mendengar cerita teman atau saudara yang baru berlibur di Sokoria. Tetapi saya yakin ada yang tidak berubah; Loworia pasti masih terus mengalir, Lapangan rumput di depan Gereja St. Maria Fatima tentu masih ada, Kelikiku tetap setia menanti para perantau pulang, dan seterusnya. Orang bilang, "Tidak ada tempat di dunia yang melebihi keindahan kampung halaman, tanah tumpah darah kita. Bagiku, Sokoria memang paling indah. Undak-undakan sawah di lereng-lereng bukit dengan padi yang gemulai ditiup angin atau gemericik air yang menerobos celah bebatuan, atau kicau riang burung-burung di pagi dan sore hari, bukankah itu hal-hal yang membuatmu takjub dan terpesona? Apa saja yang ada di Sokoria cukup untuk para penghuninya. Tanah yang subur, mata air yang terus mengalir sepanjang tahun, hawa yang sejuk, aneka macam tumbuhan sumber makanan, dan seterusnya. Sokoria benar-benar memanjakan anak-anaknya. Asal kau rajin dan giat berusaha pasti hidupmu nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu rahasia kecil yang ingin saya ceritakan dan ini berhubungan dengan hobi saya, yaitu bahwa rata-rata anak lelaki Sokoria bisa bermain sepak bola. Alasannya sederhana karena di sana ada lapangan bola yang cukup memadai. Saya bangga dengan hal ini. Kandang-kadang saya berpikir jika saya bisa kembali menetap di sana, saya ingin mengorganisir atau menjadi mentor sepak bola. Siapa tahu bisa menemukan Cristiano Ronaldo from Sokoria? Kau mungkin menertawakanku. Tetapi saya ingin kau mengetahui bahwa Cristiano Ronaldo, Ronaldinho, Drogba, Maradona, Pele... adalah juga anak-anak kampung di negaranya. Bahkan di antara mereka adalah anak-anak miskin. Bakat, tekad, kemauan yang dilengkapi dengan latihan yang terarah dan teratur membuat mereka menjadi pemain bola hebat. Suatu saat saya berharap ada anak Sokoria yang seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khayalan... oh khayalan... mungkin saya terlampau rindu dengan Sokoria atau terobsesi dengan CR9 atau Maradona? Saya memang kagum dengan kedua tokoh ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam rinduku untuk Sokoria Manise....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-8128374011496346198?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/8128374011496346198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/10/rindu-sokoria.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8128374011496346198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8128374011496346198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/10/rindu-sokoria.html' title='RINDU SOKORIA'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-7118179072484391905</id><published>2009-10-03T12:09:00.000+07:00</published><updated>2009-10-03T12:24:49.576+07:00</updated><title type='text'>Bantah Rp 100 M Sebagai Pelicin</title><content type='html'>Jaminan dari Perusahaan Tambang di Ende&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantah Rp 100 M Sebagai Pelicin (ENDE, Timex)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kabupaten Ende membantah uang Rp 100 miliar yang diterima dari PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI) bukan uang pelicin melainkan sebagai jaminan. Uang tersebut tidak dibagikan kepada pejabat seperti dugaan banyak orang. &lt;br /&gt;Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende, Bernabas Wangge kepada koran ini, Senin (28/9) di Ende. Dirinya mengatakan uang tersebut merupakan jaminan dalam pelaksanaan proses pembangunan pertambangan panas bumi di Mutubusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Kadis Pertambangan ini menanggapi aksi unjuk rasa Sekretariat Bersama PMKRI dan GMPI berkaitan dengan eksplorasi uap panas bumi di Mutubusa yang mensinyalir Pemkab Ende mendapat uang pelicin Rp 100 miliar dari PT. SGI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uang Rp100 miliar itu adalah jaminan, bukan uang pelicin. Bukan pula dibagi-bagi kepada pejabat atau kepada diri saya. Ini adalah jaminan kesanggupan dan bukti tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan kesepakatan yang sudah ditandatangani berkaitan dengan eksplorasi panas bumi," kata Wangge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, uang jaminan tersebut bisa menjadi milik Pemkab Ende jika dalam batas waktu tertentu tidak ada keseriusan dari pihak perusahaan untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi. "Kalau dalam batas waktu tertentu tidak ada keseriusan maka uang itu menjadi miliki Pemkab Ende untuk digunakan bagi kepentingan pembangunan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wangge juga mengatakan, MoU antara Pemkab Ende dengan pihak PT. SGI sudah melalui mekanisme dan proses yang cukup panjang. Ia mengatakan, proses tersebut dimulai dari kepemimpinan periode sebelumnya yakni saat kepemimpinan Bupati Paulinus Domi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Ende saat ini, Don Wangge, katanya, hanya menandatangani apa yang sudah disepakati bersama sebelumnya. Sebelum penandatanganan MoU, kata Wangge, sudah dilakukan kajian-kajian soal analisis mengenai dampak lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Kasat Pol PP ini mengatakan, jika Mutubusa dibangun ditambah dengan PLTU Ropa di Kecamatan Maurole maka krirsis listrik di Kabupaten Ende bisa diatasi. Hingga saat ini, tambah Wangge, lebi dari 99 desa di Kabupaten Ende yang belum teraliri listrik. Karena itu dengan adanya eksploitasi panas bumi di Mutubusa maka dapat menjawab krisis listrik di Ende. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penandatanganan MoU pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mutubusa di Desa Sokoria, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende sudah ditandatangani oleh pemenang tender PT. Sokoria Geothermal Indonesia (SGI) dan Pemkab Ende di Kantor Dirjen Mineral Panas Bumi dan Batu Bara pada 17 September 2009 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. SGI merupakan konsorsium perusahan Bakri Power dan perusahaan ENI, anak prusahan PT. PLN. Diharapkan pada awal Oktober ini sudah dilakukan sosialisasi pembangunan PLTP Mutubusa kepada masyarakat di Kabupaten Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPRD Ende, Heribertus Gani saat aksi mahasiswa, Sabtu (26/9) mengatakan, jika tambang itu lebih banyak ruginya maka harus ditolak. Tetapi jika positif maka harus didukung. Beberapa warga Sokoria menyabut positif kegiatan eksplorasi panas bumi ini. (kr7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: Timor Express, Selasa, 29 Sep 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-7118179072484391905?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/7118179072484391905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/10/bantah-rp-100-m-sebagai-pelicin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7118179072484391905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7118179072484391905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/10/bantah-rp-100-m-sebagai-pelicin.html' title='Bantah Rp 100 M Sebagai Pelicin'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-6964545492407504094</id><published>2009-10-03T11:58:00.001+07:00</published><updated>2009-10-03T12:28:18.676+07:00</updated><title type='text'>PMKRI &amp; GMPI Tolak Gas Alam di Mutubusa</title><content type='html'>&lt;table width="98%" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left"&gt;&lt;span class="judul"&gt;Tolak Gas Alam di Mutubusa&lt;/span&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td align="left" height="3"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class="content" align="left"&gt; ENDE, Timex-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Don Bosco Cabang Ende bersama Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesa (GMPI) yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber), Sabtu (26/9) menggelar aksi menolak tambang di NTT khususnya di Mutubusa, Ende khususnya.&lt;br /&gt;Aksi mereka dimulai dari Marga PMKRI di Jalan Wirajaya Ende, menuju Lampu Lima, Kantor Bupati Ende untuk melakukan orasi. Aksi elemen mahasiswa ini berakhir di Gedung DPRD Ende untuk melakukan dialog dengan anggota DPRD Ende. Di hadapan anggota dewan, dua elemen mahasiswa ini menyampaiakn pernyataan sikap menolak tambang di Mutubusa, Kecamatan Ndona Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam orasinya, Sekber ini menolak dengan tegas segala aktifitas pertambangan yang ada di Kabupaten Ende teristimewa eksplorasi Gas Alam di Mutubusa. Menurut mereka, tidak ada dampak positip dalam eksplorasi dan eksploitasi pertambangan di wilayah tersebut. Malah, yang ada hanyalah kerusakan ekosistem dan ekologi yang akan merugikan masyarakat. Karena itu para mahasiswa ini meminta pemerintah untuk tidak mudah memberi izin kepada investor untuk melakukan eksplorasi Gas Alam di Mutubusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya pemerintah sudah membaca buku besar tentang dampak eksplorasi tambang seperti di Sidoarjo, Papua dan di Mataloko. Di beberapa tempat itu eksplorasi secara besar-besaran telah membawa dampak lingkungan yang sangat besar dan merugikan manusia dan makluk hidup lainnya," kata Levi Padalulu, seorang orator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pemerintah tetap memberikan izin, kata Levi, maka ancaman kerusakan lingkungan benar-benar akan terjadi. Mereka menyayangkan kebijakan Bupati Ende, Don Bosco Wangge yang secara diam-diam mengadakan penandatanganan MoU dengan Grup Bakrie untuk mengeksploitasi tambang Gas Mutubusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan anggota dewan, PMKRI dan GMPI menyatakan sikap penolakan terhadap pertambangan di Ende, khususnya di Mutubusa. "Kami menyatakan menolak semua jenis pertambangan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Ende, terutama di Mutubusa yang sudah dilakukan penandatangan MoU. Kami harapkan lembaga dewan memiliki sikap yang sama untuk membela kepentingan masyarakat yang terancam oleh aktifitas tambang tersebut," kata Levi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua DPRD Sementara Ende DPRD Ende Marcel Petu yang memimpin anggota dewan menerima aksi mahasiswa tersebut mengatakan menerima aspirasi yang disampaikan tersebut. Namun, ia meminta waktu untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah. Namun, ia meminta elemen mahasiswa tersebut untuk memberi waktu selama beberapa hari karena lembaga dewan membutuhkan kajian dari instansi terkait mengenai rencana tambang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang kalau eksplorasi tentu ada sisi postif dan ada negatifnya. Kalau negatifnya lebih banyak mari kita tolak. Jika Positif mari kita dukung. Tetapi negatif dan positif bukan berdasarkan teori tetapi tentunya berdasarkan analisis dampak lingkungan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pertambangan," kata Petu. Karena itu, ia mengharapkan elemen mahasiswa tersebut dan masyarakat Ende umumnya untuk menanti hasil kajian yang dilakukan di lokasi pertambangan Mutubusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota dewan, Heribertus Gani juga menyatakan hal yang sama. "Kita tidak bisa menggeneralisir setiap bentuk tambang adalah merusak ekosistem alam. Karena itu perlu analisis dan pertimbangan dengan tidak megurangi tata aturan normatif," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan wakil rakyat, Sekber dari PKKRI dan GMPI ini menyayangkan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Ende dalam hal ini Bupati Don Bosco M Wangge dengan Grup Bakrie dengan uang jaminan Rp100 miliar. Padahal, MoU tersebut tanpa sepengetahuan DPRD Ende. Karena ini mereka meminta DPRD Ende merekomendasi untuk segera membatalkan MoU tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PMKRI dan GMPI Ende juga meminta DPRD Ende mengeluarkan rekomendasi yang isinya bahwa warga Kabupaten Ende menolak tambang baik di Flores dan Lembata umumnya dan Kabupaten Ende pada khususnya. Mereka juga berjanji akan datang dengan jumlah yang lebih banyak jika lembaga dewan tidak menyingkapi tuntuan tersebut. (kr7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: Timor Express, Senin, 28 Sep 2009)&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-6964545492407504094?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/6964545492407504094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/10/pmkri-gmpi-tolak-gas-alam-di-mutubusa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/6964545492407504094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/6964545492407504094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/10/pmkri-gmpi-tolak-gas-alam-di-mutubusa.html' title='PMKRI &amp; GMPI Tolak Gas Alam di Mutubusa'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-1613868442226722605</id><published>2009-04-28T12:15:00.007+07:00</published><updated>2009-05-15T18:37:19.495+07:00</updated><title type='text'>melongok pesta pemilu legislatif 2009 di sokoria</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SfaSETWvvYI/AAAAAAAAAHI/2ecKmT7stMg/s1600-h/logo-pemilu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 174px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SfaSETWvvYI/AAAAAAAAAHI/2ecKmT7stMg/s320/logo-pemilu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329607811652369794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PEMILU Legislatif 2009 masih menyisahkan debar-debar penantian akan pengumuman hasil akhir oleh KPU dan KPUD. Rencananya KPU /KPUD akan mengumumkannya secara resmi pada 9 Mei 2009 mendatang. Meskipun demikian setiap hari bahkan setiap waktu masyarakat Indonesia bisa mengikuti perkembangan perhitungannya melalui berbagai media penyiaran dan kita bisa memprediksikan PARPOL mana yang akan keluar sebagai pemenang. Bahkan teknologi jaringan (internet) telah memungkinkan kita bisa lebih awal mengetahui siapa saja caleg yang akan melenggang ke kursi DPR, DPR Propinsi dan DPRD. Berdebar-debar, apakah jagoan kita bisa sampai ke sana?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sokoria pun ikut menggeliat merasakan terpaan gelora pesta lima tahunan ini. Mayarakat  antusias menyambut PEMILU legislatif 2009. Selain memilih ada juga yang dipilih. Tidak tanggung-tanggung tercatat 4 (empat) orang putra asli Sokoria ikut menjadi calon legislatif (DPRD) Kabupaten Ende untuk Daerah Pemilihan II yang meliputi wilayah Kecamatan Ndona, Ndona Timur, Ende, Nangapanda dan Pulau Ende; Bp. Sirilus Renggu dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (7), Bp. Matheus Dasi dari Partai Pemuda Indonesia (14), Ibu Theresia Sena dari Partai Pemuda Indonesia (14), dan Ibu Maria Brigita Gale dari Partai Benteng Kerakyatan Indonesia (26). Sebagaimana lazimnya sebuah perhelatan pilih memilih, tentu kehadiran saudara dan saudari kita ini menambah hangatnya suhu demokrasi di Sokoria. Pasti ada lobi-lobi dari team sukses yang mungkin ada maupun pembicaraan atau diskusi-diskusi kecil yang tercipta tak sengaja di depan Gereja sehabis ibadah, atau pun bisik-bisik di pancuran umum pada pagi atau sore hari. Warna keseharian Sokoria menjadi lebih semarak karena otomatis akan terbentuk kelompok-kelompok pendukung keempat saudara/saudari kita ini. Sangat baik jika seluruh "ana kalo fai walu" masyarakat Sokoria yang masuk dalam DPT bisa memberikan apresiasi kepada mereka berempat khususnya dan terhadap pesta demokrasi 2009 umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMILU Legislatif 2009 telah selesai dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Gereja Khatolik, Hari Kamis Putih. Apapun hasilnya nanti, bukan itu yang terpenting. PEMILU legislatif kali ini memberikan kita pembelajaran berharga.&lt;br /&gt;Suatu langkah yang baik jika orang Sokoria mau dan berani berkiprah dalam dunia perpolitikan. Diharapkan agar masa mendatang tetap ada orang Sokoria terutama generasi muda yang mau terlibat aktif dalam politik. Bagi yang berminat disarankan agar membekali diri lebih awal dengan terlibat aktif dalam organisasi-organisasi kemasyarakatan/politik.&lt;br /&gt;Dalam kehiduban berdemokrasi perbedaan pendapat, perbedaan pandangan, perbedaan pilihan adalah hal yang lumrah agar bisa mendapatkan keputusan atau hasil pilihan yang tepat untuk kepentingan bersama. Oleh karena itu hendaknya perbedaan tidak  membuat masyarakat Sokoria terpisah dalam kotak-kotak sempit. Berbeda pendapat, berbeda pilihan tetapi "ana kalo fai walu" Sokoria tetap satu keluarga besar, satu semangat, satu cita-cita membangun Sokoria menuju masa depan yang lebih baik. Sokoria yang tentram damai, penuh persaudaraan. "Kita sa mamo kita sa embu, boka ngere ki bere ngere ae".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-1613868442226722605?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/1613868442226722605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/04/melongok-pesta-pemilu-legislatif-2009.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/1613868442226722605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/1613868442226722605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/04/melongok-pesta-pemilu-legislatif-2009.html' title='melongok pesta pemilu legislatif 2009 di sokoria'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SfaSETWvvYI/AAAAAAAAAHI/2ecKmT7stMg/s72-c/logo-pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-4799354631213389383</id><published>2009-03-07T14:24:00.006+07:00</published><updated>2009-03-07T14:47:57.108+07:00</updated><title type='text'>Bakrie Power Menang Lelang WKP Sokoria</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SbIkta9cM5I/AAAAAAAAAGo/f8seZ_DGbYg/s1600-h/images1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 76px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SbIkta9cM5I/AAAAAAAAAGo/f8seZ_DGbYg/s400/images1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310347273372971922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; - Bakrie Power ditetapkan menjadi pemenang wilayah kerja pertambangan (WKP) panas bumi Sokoria, di Nusa Tenggara Timur. Penetapan Bakrie Power sebagai pemenang di wilayah kerja ini sudah dilakukan pada awal Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Ditjen Minerbapabum Departemen ESDM di Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (3/2/2009).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Mereka tinggal menunggu izin usaha pertambangan dari Pemerintah Daerah setempat untuk dapat melakukan tahap konstruksi selanjutnya," katanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Potensi kapasitas listrik yang bisa dihasilkan dari WKP Sororia diperkirakan mencapai 30 MW.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;WKP selanjutnya yang akan ditender adalah WKP Ungaran di Jateng yang berkapasitas 50 MW dan Telaga Ngebel di Jatim berkapasitas 120 MW.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Daerah bersangkutan telah menyediakan anggaran pelaksanaan tendernya tahun ini," kata Sugiharto.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;WKP Sororia merupakan satu dari 9 WKP yang ditender melalui pemerintah daerah. Total kapasitas dari 9 WKP tersebut mencapai 680 MW.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesembilan lokasi tersebut adalah Seulawah-Agam (Aceh) 160 MW, Jaboi (Aceh) 50 MW, Jailolo (Maluku Utara) 75 MW, Telaga Ngebel (Jatim) 120 MW, Ungaran (Jateng) 50 MW, Tampomas (Jabar) 50 MW, Cisolok-Sukarame (Jabar) 45 MW, Tangkuban Perahu (Jabar) 100 MW, dan Sokoria (NTT) 30 MW.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Empat WKP lainnya yang sudah ditenderkan adalah Tangkuban Perahu, Cisolok-Sukarame, Tampomas, dan Jailolo. Sementara WKP lainnya masih menunggu peraturan daerah yang mengatur pengelolaan WKP di wilayah setempat.(lih/qom)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: DetikFinance&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-4799354631213389383?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/4799354631213389383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/03/jakarta-bakrie-power-ditetapkan-menjadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4799354631213389383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4799354631213389383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/03/jakarta-bakrie-power-ditetapkan-menjadi.html' title='Bakrie Power Menang Lelang WKP Sokoria'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SbIkta9cM5I/AAAAAAAAAGo/f8seZ_DGbYg/s72-c/images1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-3149288423277303498</id><published>2009-03-07T14:08:00.002+07:00</published><updated>2009-03-07T14:22:11.215+07:00</updated><title type='text'>Bupati Ende tunjuk pemenang lelang WKP Sokoria</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SbIgfsGTetI/AAAAAAAAAGg/1we7MOHWa5M/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SbIgfsGTetI/AAAAAAAAAGg/1we7MOHWa5M/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310342639408872146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rabu, 21 Januari 2009 | 21:18 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENDE, RABU — Bupati Ende Paulinus Domi telah menunjuk pemenang lelang Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Sokoria di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (21/1). Pemenang lelang adalah konsorsium PT Bakrie Power dan PT Energy Management Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemenang lelang sudah ditetapkan, yaitu PT Bakrie Power dan PT Energy Management Indonesia. Panitia lelang sudah mengusulkan nama pemenang lelang, dan saya sudah tanda tangan," kata Paulinus Domi, Rabu, di Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Panitia Lelang WKP Panas Bumi Sokoria Kabupaten Ende Thom Benge mengatakan, peserta yang ditetapkan sebagai pemenang lelang wajib menyetorkan uang jaminan pelaksanaan kegiatan eksplorasi sebesar 10 juta dollar Amerika Serikat pada bank pemerintah setempat paling lambat 14 hari kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila pemenang lelang tidak menyerahkan jaminan pelaksanaan kegiatan ekspolorasi, maka jaminan lelang sebesar Rp 100 juta menjadi milik Pemerintah Kabupaten Ende, dan peringkat kedua calon pemenang lelang (PT Encona Inti Industri) yang menjadi pemenang," kata Thom Benge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Fraksi Gabungan (F-Gab) DPRD Kabupaten Ende Heribertus Gani menyatakan, dengan selesainya proses lelang itu, pihak pemerintah daerah dan rekanan harus secepatnya mewujudkan cita-cita besar masyarakat Kabupaten Ende untuk penerangan listrik di seluruh wilayah Ende lewat pembangkit dari panas bumi Sokoria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEM / Kompas.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-3149288423277303498?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/3149288423277303498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/03/rabu-21-januari-2009-2118-wib-ende-rabu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3149288423277303498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3149288423277303498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/03/rabu-21-januari-2009-2118-wib-ende-rabu.html' title='Bupati Ende tunjuk pemenang lelang WKP Sokoria'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SbIgfsGTetI/AAAAAAAAAGg/1we7MOHWa5M/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-2160876644543154112</id><published>2009-02-20T09:43:00.003+07:00</published><updated>2009-02-20T10:02:51.598+07:00</updated><title type='text'>Tiga Investor Incar Panas Bumi Mutubusa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SZ4dTKEqZII/AAAAAAAAAFg/YRJE-q4AMtg/s1600-h/mutubusa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 296px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SZ4dTKEqZII/AAAAAAAAAFg/YRJE-q4AMtg/s320/mutubusa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304709626047652994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Pos Kupang, 20 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENDE, PK -- Tiga investor, yakni PT Bakrie Power Energy Management Indonesia, PT Encona Inti Industri dan PT Star Energy Invesment mengincar panas bumi Mutubusa di Kecamatan Ndona Timur untuk dieksplorasi Dalam pelelangan PT Star Energy Invesment gugur, sedangkan PT Bakrie Energy Management Indonesia dan PT Encona Inti Industri dinyatakan sebagai pemenang I dan II. Kini kedua perusahaan tersebut telah memberikan uang jaminan lelang Rp 100 juta yang disimpan di Bank NTT Cabang Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Pertambangan dan Energi Kabupaten Ende, Thom Benge, menjawab Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (16/2/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thom menjelaskan, uang yang disimpan PT Bakrie Energy Management Indonesia dan PT Encona Inti Industri masing-masing Rp 100 juta adalah uang jaminan lelang karena kedua perusahaan ini mengikuti proses pelelangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, uang tersebut disimpan sebagai jaminan dan apabila dua perusahaan ini mengundurkan diri saat berlangsung pelelangan maka uang itu akan menjadi hak pemerintah setempat. Uang itu akan dikembalikan kepada kedua perusahaan ini apabila salah satu dari kedua perusahaan tersebut telah dinyatakan sebagai pemenang lelang eksplorasi panas bumi Mutubusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, siapa dari kedua perusahaan itu yang bakal menjadi pemenang lelang belum diketahui. Bupati Ende yang berwenang menentukan siapa pemenang berdasarkan usulan dari panitia lelang. " PT Bakrie lebih berpeluang karena berada pada peringkat pertama namun belum dipastikan sebagai pemenang," kata Benge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pembukaan dokumen penawaran tahap kedua mengenai harga satuan listrik, PT Bakrie Power-PT Energy Management Indonesia mengajukan penawaran Rp 1.250,69/kwh dan PT Encona Inti Industri Rp 1.703,66/kwh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai regulasi yang berlaku, jelas Benge, perusahaan yang telah ditetapkan sebagai pemenang lelang wajib menyetorkan uang jaminan pelaksanaan ekspolorasi 10.000.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 100 miliar pada bank pemerintah paling lambat 14 hari kerja. Jika pemenang tidak menyerahkan jaminan pelaksanaan maka jaminan lelang Rp 100 juta menjadi milik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemkab Ende dan peringkat kedua dinyatakan sebagai pemenang. Apabila pemenang pertama menyerahkan jaminan pelaksanaan maka jaminan lelang akan dikembalikan dalam waktu 14 hari kerja serta proses penandatanganan izin usaha pertambangan eksplorasi panas bumi Mutubusa akan dilakukan setelah pemenang pertama menyerahkan jaminan pelaksanaan sekitar Rp 100 miliar pada bank pemerintah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia mengatakan, belum ditentukan siapa pemenang lelang yang berhak untuk kegiatan eksplorasi panas bumi Mutubusa. "Ada tahapan yang harus dilalui seperti harus menjajaki bank mana yang akan digandeng untuk menyimpan uang jaminan pelaksanaan karena nilanya cukup besar yakni 10 juta dolar AS atau Rp 100 miliar dan juga mereka harus membentuk badan usaha. Setelah semua mekanisme dilalui baru dilakukan pelaksanaan kegiatan eksplorasi Panas Bumi Mutubusa,"kata Thom. (*)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-2160876644543154112?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/2160876644543154112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/02/tiga-investor-incar-panas-bumi-mutubusa.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/2160876644543154112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/2160876644543154112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2009/02/tiga-investor-incar-panas-bumi-mutubusa.html' title='Tiga Investor Incar Panas Bumi Mutubusa'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/SZ4dTKEqZII/AAAAAAAAAFg/YRJE-q4AMtg/s72-c/mutubusa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-6549521846245759975</id><published>2008-04-28T13:58:00.006+07:00</published><updated>2009-02-19T18:20:00.871+07:00</updated><title type='text'>MENGOLAH LIMBAH DETERJEN DAN LIMBAH MANDI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;font-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Isu yang menggema saat ini adalah tentang PEMANASAN GLOBAL, atau istilah kerennya GLOBAL WARMING. Manusia menyadari bahwa dengan semakin banyaknya penghuni planet bumi ini semakin kompleks juga permasalahan yang timbul. Satu hal yang dikhawatirkan adalah planet kita tercinta ini akan menjadi semakin tidak nyaman bahkan suatu saat akan membahayakan para penghuninya  sebagai akibat explorasi yang berlebihan  yang tidak diimbangi upaya penyelamatannya. Sebagian orang bahkan tidak mempedulikan hal ini yang penting  bisa meraup keuntungan, bisa bersenang-senang. Bayangkan bagaimana nasib generasi penerus kita?  Apa tindakan kita?  Tak usah memikirkan hal-hal spektakuler atau proyek luar biasa yang harus kita lakukan. Hal-hal kecil dan sederhana bahkan teramat mudah kita lakukan sering kita lewatkan begitu saja. Sudahkah anda membuang sampah pada tempatnya? Atau mengajarkannya kepada anak-anak anda? Menggunakan listrik seperlunya? Menggunakan bahan bakar seperlunya dengan memakai kendaraan anda bila perlu? Mudah bukan? Tetapi sangat sulit melakukannya. Mari kita mulai dengan hal-hal kecil ini.  Berikut ini adalah suatu ilustrasi yang bisa kita terapkan di rumah kita sebagai tindakan kecil untuk menjaga kenyamanan bumi kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pada tahun 1977, saat &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; dipimpin Ali Sadikin, pabrik-pabrik detergen gulung tikar dan mengalihkan dagangannya ke luar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Ini karena ada &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; keputusan gubernur yang melarang penggunaan detergen keras, yakni detergen yang mengandung fosfat dengan kadar tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan ini diberlakukan karena pada masa itu mulai banyak rumah tangga yang membuang sisa limbahnya ke sungai. Akibatnya, sungai banyak mengandung fosfat yang dapat membuat fitoplankton dan mikroorganisme tumbuh subur di air. Banyaknya kedua makhluk tersebut membuat kandungan oksigen di dalam air sungai berkurang. Pada akhirnya, makhluk hidup air seperti ikan tidak akan bisa bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Greywater" dan "Blackwater"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Selain sisa detergen, rumah tangga juga mengasilkan limbah dari dapur dan limbah bekas mandi. Ketiga limbah ini dikenal dengan nama &lt;em&gt;greywater &lt;/em&gt;atau limbah nonkakus. Rumah tangga juga menghasilkan limbah kotoran manusia, yang dikenal dengan &lt;em&gt;blackwater. &lt;/em&gt;Beberapa ahli sanitasi menambahkan satu kategori lagi untuk limbah tetesan AC dan kulkas sebagai &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;em&gt;clearwater&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;em&gt;clearwater&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;umumnya tidak berjumlah banyak, terutama dari kulkas, sehingga sulit diolah untuk dimanfaatkan kembali. Tetesan AC jumlahnya sedikit lebih banyak dan bila ditampung dalam wadah dapat langsung digunakan untuk keperluan bersih-bersih, misalnya cuci piring atau pakaian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Umumnya, orang membuang limbah &lt;em&gt;greywater &lt;/em&gt;langsung ke selokan yang ada di depan rumah, tanpa diolah terlebih dahulu. Akibatnya, sungai—yang menjadi tempat bermuaranya selokan—tercemar; warnanya menjadi coklat dan mengeluarkan bau busuk. Selain bisa menyebabkan ikan-ikan mati, zat-zat polutan yang terkandung di dalam limbah juga bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri, dan berbagai penyakit lain. Coba tengok pengalaman di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;London&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tahun 1848 dan 1853. Kala itu terjadi wabah kolera yang menewaskan 10.000 penduduk di sekitar Sungai Themes. Usut punya usut, ternyata wabah itu disebabkan Sungai Themes tercemar limbah rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;strong&gt;Mesti diolah &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Berbeda dengan &lt;em&gt;blackwater, greywater &lt;/em&gt;tidak dapat dibuang ke &lt;em&gt;septic tank &lt;/em&gt;karena kandungan detergen dapat membunuh bakteri pengurai yang dibutuhkan &lt;em&gt;septic tank. &lt;/em&gt;Karena itu, diperlukan pengolahan khusus yang dapat menetralisasi kandungan detergen dan juga menangkap lemak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Cara yang paling sederhana mengatasi pencemaran &lt;em&gt;greywater &lt;/em&gt;adalah dengan menanami selokan dengan tanaman air yang bisa menyerap zat pencemar. Tanaman yang bisa digunakan, antara lain jaringao, &lt;em&gt;Pontederia cordata&lt;/em&gt; (bunga ungu), lidi air, futoy ruas, &lt;em&gt;Thypa angustifolia&lt;/em&gt; (bunga coklat), melati air, dan lili air. Cara ini sangat mudah, tapi hanya bisa menyerap sedikit zat pencemar dan tak bisa menyaring lemak dan sampah hasil dapur yang ikut terbuang ke selokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Cara yang lebih efektif adalah membuat instalasi pengolahan yang sering disebut dengan sistem pengolahan air limbah (SPAL). Caranya gampang; bahan yang dibutuhkan adalah bahan yang murah meriah sehingga rasanya tak sulit diterapkan di rumah Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Instalasi SPAL terdiri dari dua bagian, yaitu bak pengumpul dan tangki resapan. Di dalam bak pengumpul terdapat ruang untuk menangkap sampah yang dilengkapi dengan kasa 1 cm persegi, ruang untuk penangkap lemak, dan ruang untuk menangkap pasir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Tangki resapan dibuat lebih rendah dari bak pengumpul agar air dapat mengalir lancar. Di dalam tangki resapan ini terdapat arang dan batu koral yang berfungsi untuk menyaring zat-zat pencemar yang ada dalam &lt;em&gt;greywater.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;strong&gt;Cara kerja &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Air bekas cucian atau bekas mandi dialirkan ke ruang penangkap sampah yang telah dilengkapi dengan saringan di bagian dasarnya. Sampah akan tersaring dan air akan mengalir masuk ke ruang di bawahnya. Jika air mengandung pasir, pasir akan mengendap di dasar ruang ini, sedangkan lapisan minyak—karena berat jenisnya lebih ringan—akan mengambang di ruang penangkap lemak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Air yang telah bebas dari pasir, sampah, dan lemak akan mengalir ke pipa yang berada di tengah-tengah tangki resapan. Bagian bawah pipa tersebut diberi lubang sehingga air akan keluar dari bagian bawah. Sebelum air menuju ke saluran pembuangan, air akan melewati penyaring berupa batu koral dan batok kelapa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Beberapa kompleks perumahan—seperti Lippo Karawaci—dan hampir semua apartemen telah memiliki instalasi pengolah limbah &lt;em&gt;greywater &lt;/em&gt;yang canggih dan modern. &lt;em&gt;Greywater &lt;/em&gt;yang telah diolah akan digunakan lagi untuk menyiram tanaman, mengguyur kloset, dan untuk mencuci mobil. Di Singapura dan negara-negara maju, &lt;em&gt;greywater &lt;/em&gt;bahkan diolah lagi menjadi air minum. (&lt;strong&gt;rma&lt;/strong&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;(sumber : kompas cyber media, 28 April 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-6549521846245759975?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/6549521846245759975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2008/04/mengolah-limbah-deterjen-dan-limbah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/6549521846245759975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/6549521846245759975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2008/04/mengolah-limbah-deterjen-dan-limbah.html' title='MENGOLAH LIMBAH DETERJEN DAN LIMBAH MANDI'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-7665874753452686009</id><published>2008-01-21T12:14:00.002+07:00</published><updated>2008-10-25T10:45:55.751+07:00</updated><title type='text'>Natal &amp; Tahun baru Bersama IKS Jakarta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun agak terlambat, IKS Jakarta tetap merayakan Natal 2007 &amp;amp; Tahun Baru 2008 bersama pada hari Minggu, 20 Januari 2008. "Mumpung masih suasana tahun baru", begitulah komentar beberapa anak muda/i Sokoria. Rupa-rupanya semua enggan membiarkan Natal &amp;amp; Tahun Baru lewat begitu saja tanpa kesan dalam keluarga besar ini. Dengan semangat 45, muda/i Sokoria yang dikomandani bung Oscar Joni menyiapkan perayaan ini. Sederhana tetapi berkesan. Ada Perayaan Misa dan Koor kecil, ada juga santapan siang yang lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta Natal &amp;amp; Tahun Baru kali ini terasa spesial dengan kehadiran Rm Martin Gabe Kira, Pr yang turut mempersembahkan korban Misa. Surprise... ini kesempatan yang langka, Pastor putra Stasi Sokoria hadir di tengah-tengah umat Sokoria di Jakarta. "Bukan suatu kebetulan bahwa saya hadir di sini di tengah-tengah kae', aji, ana wuru, ana mamo lei sawe. Ini adalah rencana Tuhan." Demikian Rm. Martin yang didaulat untuk menyampaikan sepatah dua kata di akhir perayaan Misa. Romo berada di Jakarta dalam rangkaian perjalanan pulang ke paroki tempatnya berkarya di Maumere-Flores setelah kurang lebih 2 1/2 bulan menjalani pengobatan dan terapi di RS St. Elisabeth, Semarang - Jawa Tengah. Memang Romo tidak khusus datang untuk perayaan ini tetapi keberadaannya di Jakarta bertepatan dengan acara Natal &amp;amp; Tahun Baru bersama IKS Jakarta. Dengan kehadiran Rm. Martin, berarti ada dua Imam yang merayakan Misa. karena  sejak awal Panitia sudah meminta kesediaan P. Kerans, SVD. Dua Imam dalam perayaan Misa adalah berkat Tuhan yang terindah bagi IKS Jakarta  di awal tahun baru 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai Perayaan Misa, acara dilanjutkan dengan santap siang bersama dan ditutup dengan bincang-bincang bersama Romo Martin. Tema yang paling heboh dibicarakan adalah rencana renovasi Gereja St. Maria Fatima Stasi Sokoria dan perkembangan umat di sana, isu pemekaran Paroki Maria Imaculata Ndona. Bisakah Stasi Sokoria menjadi pusat paroki yang baru? Apakah kerinduan umat Stasi Sokoria  akan terwujud?  Kiranya Tuhan berkenan akan stasi kita tercinta, memberkati niat dan usaha kita untuk mewujudkannya. "Mari kita bersama-sama membenahi stasi kita agar memenuhi persyaratan untuk menjadi sebuah paroki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua  yang hadir begitu bersemangat dalam pembicaraan ini hingga tak terasa hari menjelang senja. Saatnya harus berpamitan kepada  tuan rumah yang menyediakan tempat perayaan ini, yaitu keluarga Bpk. Gabriel Ghawa (Duta Harapan, Bekasi). Terima kasih bhondo kae', terima kasih juga untuk Romo Martin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir juga dalam pesta ini adalah sdr Sius dari Ende, yang kebetulan berada di Jakarta dalam suatu perjalanan bisnisnya. "Salam pati ebe lei sawe ghele nua".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-7665874753452686009?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/7665874753452686009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2008/01/natal-tahun-baru-bersama-iks-jakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7665874753452686009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7665874753452686009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2008/01/natal-tahun-baru-bersama-iks-jakarta.html' title='Natal &amp; Tahun baru Bersama IKS Jakarta'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-7077296413306369491</id><published>2007-12-21T12:25:00.000+07:00</published><updated>2007-12-21T12:44:19.541+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT NATAL 2007 &amp; TAHUN BARU 2008</title><content type='html'>Natal telah tiba&lt;br /&gt;apa yang telah kita lakukan?&lt;br /&gt;Setahun akan berlalu&lt;br /&gt;dan tahun yang baru akan segera tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal telah tiba&lt;br /&gt;Ku berharap kalian semua berbahagia&lt;br /&gt;kalian semua yang tercinta&lt;br /&gt;yang ada bersamaku maupun yang jauh di sana&lt;br /&gt;yang tua maupun yang muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT HARI NATAL &amp;amp; TAHUN BARU&lt;br /&gt;kita semua berdoa dan berharap&lt;br /&gt;agar semuanya baik-baik adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAGIA HARI NATAL &amp;amp; TAHUN BARU&lt;br /&gt;untukmu yang lemah maupun yang kuat&lt;br /&gt;yang kaya maupun yang miskin&lt;br /&gt;yang hitam maupun yang putih&lt;br /&gt;yang kuning maupun yang merah&lt;br /&gt;hari-hari mendatang terbentang di hadapan kita&lt;br /&gt;mari kita lalui dengan kasih dan kedamaian&lt;br /&gt;tanpa kekerasan dan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal telah tiba...&lt;br /&gt;apa yang telah kau lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 21 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with love&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-7077296413306369491?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/7077296413306369491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/12/selamat-natal-2007-tahun-baru-2008.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7077296413306369491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/7077296413306369491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/12/selamat-natal-2007-tahun-baru-2008.html' title='SELAMAT NATAL 2007 &amp; TAHUN BARU 2008'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-1179070729885210177</id><published>2007-09-20T09:05:00.002+07:00</published><updated>2008-03-19T22:11:12.258+07:00</updated><title type='text'>JADI PETANI, KENAPA TIDAK?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="style4"&gt;PT. EAST WEST SEED INDONESIA GELAR TEKNOLOGI PERTANIAN Selasa, 18 September 2007 20:28:18 &lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:127.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Steve\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" href="http://www.ende.go.id/src/images/news/DSCN1180.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="style4"&gt;Dalam jaringan kemitraan dengan petani dan pengguna jasa pertanian, PT. East West Seed Indonesia bekerja sama dengan Toko Sahabat Tani Ende mengadakan “Gelar Teknologi Pertanian “ di kebun Misi SVD Ende di Bhoanawa Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan. &lt;!--DWLayoutEmptyCell--&gt;  Marketing dan Representer PT. East West Seed Indonesia wilayah NTT Widodo dalam pemaparannya mengatakan dengan pelatihan ini kita harapkan wawasan petani dan semua pihak yang berhubungan langsung dengan pertanian bisa ditambah, hingga akhirnya kita bisa menikmati hasil-hasil pertanian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style4"&gt;Pelatihan ini harus mulai dari dasar karena banyak petani belum cukup mahir dalam berbagai teknologi dan cara-cara praktis pertanian yang terbaru dan juga paling efektif, “kata Widodo. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style4"&gt;Widodo menyayangkan bahwa tanah wilayah Kabupaten Ende dan &lt;st1:place st="on"&gt;Flores&lt;/st1:place&gt; pada umumnya tergolong subur, tidak diolah dengan sempurna. Sebenarnya dengan keadaan rill seperti ini masyarakat Ende bisa kaya-kaya semuanya, hanya kita kurang menggunakan sarana dan teknologi yang ada dengan baik. Kita perlu merubah pola pikir, sesudahnya mulai dengan penerapan pertanian yang tepat guna. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style4"&gt;Pengelola Toko Sahabat Tani Herbertus Joseph Nono mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan input dan juga rangsangan kepada petani tentang bagaimana mengolah serentak mengelola sebuah pertanian dan lahannya dengan berhasil. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan mengadakan konsultasi pertanian dengan distributor produk-produk “ Cap Panah Merah “ yang selama ini dihasilkan PT. East West Seed Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style4"&gt;Pastor Alo Wuring, SVD selaku tuan rumah penyelenggara mengharapkan agar teknologi yang diperkenalkan ini, petani bisa membangun diri dan keterpurukan serentak memperoleh hasil pertanian yang baik dan mensejahterakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style4"&gt;Selain gelar teknologi, penyelenggara juga memfasilitasi berbagai pelatihan praktis soal pertanian di dataran rendah dan dataran tinggi, khususnya menyangkut pembibitan, persemaian, teknik pembuatan bedeng tanam dan juga perawatan serta pemeliharaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style4"&gt;Peserta kegiatan berasal dari berbagai elemen masyarakat, antara lain kelompok tani yang berasal di Kabupaten Ende, Sikka, Ngada dan Lembata, Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Flores, Dinas Pertanian, dan Penyuluh Pertanian Lapangan.(adm/pac) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style4"&gt;Sumber : www.ende.go.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-1179070729885210177?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/1179070729885210177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/09/jadi-petani-kenapa-tidak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/1179070729885210177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/1179070729885210177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/09/jadi-petani-kenapa-tidak.html' title='JADI PETANI, KENAPA TIDAK?'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-4895797870461690150</id><published>2007-07-09T17:17:00.001+07:00</published><updated>2008-10-25T10:34:42.160+07:00</updated><title type='text'>RENOVASI GEREJA ST. MARIA FATIMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Duduk bersimpuh di lantai ubin berdebu, khusuk mengikuti ibadah mingguan yang hampir selalu tanpa imam.  Doa-doa dan nyanyian  menyeruak dalam  keheningan alam. Kian indah dan sadhu ketika burung-burungpun turut berkicau dan semilir angin gunung berhembus lembut. Tak terasa hari minggu demi hari minggu terlewati, bulan dan tahun-tahunpun berlalu. Gadis-gadis mungil yang biasanya bersimpuh di depan altar kini sudah duduk bersama dengan umat dewasa lainnya, telah menjadi gasis dewasa atau ibu rumah tangga, begitu juga dengan jagoan-jagoan kecil kini sudah jadi lelaki tangguh atau bapak bagi putera / puteri kecilnya. Rutinitas inipun terus berlanjut tanpa banyak perubahan meskipun Sokoria umunya telah sedikit berubah sesuai dengan perkembangan zaman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gereja St. Maria Fatima seorang Ibu yang merangkul, melindungi putera / puterinya dari terpaan angin, teriknya matahari dan dinginnya hawa pegunungan, juga  kian tua dan rapuh.  Tembok  kasar yang tak pernah selesai dipoles sudah retak-retak dan rontok di sana sini.  Bingkai-bingkai jendela  yang tak pernah berkaca sudah rapuh dan remuk di beberapa tempat. Atap seng sudah karatan dimakan usia. Guncangan gempa tektonik 1991 juga ikut mempercepat proses tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya umat Stasi Sokoria bergandengan tangan, bahu membahu membangunnya kembali menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman bagi umat. Dengan hati dan dengan cinta kita dukung segala macam upaya untuk memperbaikinya. Tuhan pasti memberi pertolongan dalam usaha ini bila kita melakukannya dengan niat yang tulus suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bersama-sama berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ORA ET LABORA"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-4895797870461690150?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/4895797870461690150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/07/renovasi-gereja-st-maria-fatima.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4895797870461690150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4895797870461690150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/07/renovasi-gereja-st-maria-fatima.html' title='RENOVASI GEREJA ST. MARIA FATIMA'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-4345241770811357785</id><published>2007-07-09T12:07:00.000+07:00</published><updated>2007-07-09T17:13:19.309+07:00</updated><title type='text'>Kepala Desa Sokoria Periode 2007-2012</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari daratan Nusa Nipa, Flores tercinta, Kae' Adam Musi yang baik hati kembali memberikan informasi dari Sokoria mengenai pergantian Kepala Desa. Terima kasih banyak karena selama ini kae' selalu memberikan informasi2 penting kepada kami via SMS atau via email.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Puji Tuhan karena pemilihan KADES di Sokoria sudah terlaksana dengan baik. Aji/Ana/Kae/ Eja, saudara kita Arkadius Soba (bung AS) terpilih menjadi KADES Sokoria periode 2007 - 2012, menggantikan Bp. Matheus Dasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat bertugas untuk Pak KADES yang baru dan terima kasih banyak untuk Bpk. Matheus Dasi yang telah berkarya selama tahun-tahun yang silam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seiring dengan perkembangan zaman, modernisasi, kemajuan teknologi &amp; komunikasi yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat (pola berpikir dan kehiduban sosial ekonomi &amp;amp; budaya), tentu Sokoria juga menghadapi tantangan tersendiri; berat kalau dihadapi sendiri-sendiri, tetapi secara bersama antara pemerintah dan masyarakat pasti akan bisa terselesaiakan tahap demi tahap.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk itu besar harapan agar seluruh masyarakat Sokoria, baik yang tinggal menetap di Sokoria maupun yang ada di perantauan untuk bahu membahu, bersatu padu, saling mendukung segala macam program atau kegiatan kemasyarakatan. Bukan sebatas wacana atau omong-omong saja, tetapi wujudkan dalam karya nyata. Galakan semangat persatuan dan persaudaraan, bukan sikut-sikutan atau mengkotak-kotakan satu dengan yang lain; kami dari KODEN, kamu dari KEWOLE, atau mereka dari Sokoria Nuaria; kami ata nua, miu ata guru/pegawai/ana sekolah. Buang jauh-jauh cara pandang seperti itu. Desa Sokoria pasti mengalami kemajuan jika kita semua bersatu padu dalam persaudaraan, satu semangat dalam membangun. Sokoria hanya bisa dibangun oleh orang Sokoria, bukan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harapan untuk KADES yang baru dan jajarannya, agar bisa membawa Sokoria ke arah yang lebih baik, menuntun masyarakat Sokoria (ana kalo noo faiwalu) dengan bijaksana, dalam semangat persatuan dan persaudaraan. Memimpin dengan hati nurani / cinta kasih, merangkul semua komponen masyarakat; mosalaki, kopokasa, dua ria one nua, anakalo faiwalu, para guru, pegawai, anak sekolah, pastor, pengurus gereja, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua harapan ini bisa terwujud jika kita bersatu dan mau bekerja keras.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuhan memberkati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-4345241770811357785?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/4345241770811357785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/07/kepala-desa-sokoria-periode-2007-2012.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4345241770811357785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4345241770811357785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/07/kepala-desa-sokoria-periode-2007-2012.html' title='Kepala Desa Sokoria Periode 2007-2012'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-8416110449343073026</id><published>2007-04-20T19:37:00.000+07:00</published><updated>2007-04-20T20:10:27.405+07:00</updated><title type='text'>IKS Ruteng Manggarai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari dusun2 kecil di kaki Kelikiku, anak-anak Sokoria mengembara meraih rejeki untuk bekal kehiduban, menyebar ke beberapa kota di NTT maupun di luar propinsi ini. Sampai juga di kota kabupaten ujung barat Nusa Nipa, Pulau Flores. Di kota dingin Ruteng, Kabupaten Manggarai, tidak ketinggalan anak-anak Sokoria bergabung dalam komunitas Ikatan Keluarga Sokoria (IKS) Ruteng. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut adalah sepintas berita tentang IKS Ruteng yang dikirim by email oleh Bpk. Adam Musi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;".... ya keadaan kami IKS di Manggarai sampai dengan saat ini adalah 18 KK. Kegiatan kami adalah Arisan dan Simpan Pinjam, modal kami hingga saat ini adalah sekitar 25 juta yang beredar, setiap anggota sudah boleh pinjam 1 s/d 1,5 jt. Simpanan Pokok 100 ribu dan simpanan Wajib 10.000 ribu  keadaan anggota memang agak lamban berkembang karena banyak orang sokoria yang merantau ke Malaysia. kami juga merangkul semua orang Sokoria dan anak-anaknya yang menikah dengan pihak lain untuk bergabung; lumayan aktivitasnya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terima kasih kae' Adam. Ini berita bagus buat Sokoria perantau di tempat-tempat yang lain; bisa dijadikan bahan perbandingan. Bersama-sama membangun kehidupan perekonomian adalah hal yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk diketahui, anggota IKS Manggarai rata2 adalah para pedagang dan pengusaha kecil. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-8416110449343073026?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/8416110449343073026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/04/iks-ruteng-manggarai.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8416110449343073026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8416110449343073026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/04/iks-ruteng-manggarai.html' title='IKS Ruteng Manggarai'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-3534956647781896304</id><published>2007-04-18T11:03:00.000+07:00</published><updated>2007-04-18T11:42:14.054+07:00</updated><title type='text'>FOTO2 UDARA (Sokoria dilihat dari Angkasa)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWdoPyIISI/AAAAAAAAAB8/biiUxyxtyYs/s1600-h/SR7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054619471550357794" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWdoPyIISI/AAAAAAAAAB8/biiUxyxtyYs/s400/SR7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Sokoria Seluruhnya I (Leledala &amp; Sebagian Nuaria tidak tertangkap kamera)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWb9vyIIRI/AAAAAAAAAB0/XHdWITReF1Y/s1600-h/SR6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054617641894289682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWb9vyIIRI/AAAAAAAAAB0/XHdWITReF1Y/s400/SR6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Sokoria Seluruhnya II (Leledala &amp; Sebagian Nuaria tidak tertangkap kamera)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWbF_yIIQI/AAAAAAAAABs/S8USsXiMcAM/s1600-h/SR5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054616684116582658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWbF_yIIQI/AAAAAAAAABs/S8USsXiMcAM/s400/SR5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Gereja St. Maria Fatima, Komp. Sekolah, Detu Boti, Kopo One &amp; Nua Muri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWaafyIIPI/AAAAAAAAABk/nTvULBWH8bE/s1600-h/SR4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054615936792273138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWaafyIIPI/AAAAAAAAABk/nTvULBWH8bE/s400/SR4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Gereja St. Maria Fatima, Komp. Sekolah &amp; Detu Boti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWaMvyIIOI/AAAAAAAAABc/BZ_pB0M3kTw/s1600-h/SR3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054615700569071842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWaMvyIIOI/AAAAAAAAABc/BZ_pB0M3kTw/s400/SR3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Nua Noka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWZsPyIINI/AAAAAAAAABU/p6-mkJeXwzk/s1600-h/SR2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054615142223323346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWZsPyIINI/AAAAAAAAABU/p6-mkJeXwzk/s400/SR2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Wolo Lele &amp; Kena Guka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWZRPyIIMI/AAAAAAAAABM/Q5NZhRva5rU/s1600-h/SR1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5054614678366855362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWZRPyIIMI/AAAAAAAAABM/Q5NZhRva5rU/s400/SR1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Sokoria Nuaria (sebagian tdk ketangkap kamera)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-3534956647781896304?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/3534956647781896304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/04/foto2-udara-sokoria-dilihat-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3534956647781896304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3534956647781896304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/04/foto2-udara-sokoria-dilihat-dari.html' title='FOTO2 UDARA (Sokoria dilihat dari Angkasa)'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RiWdoPyIISI/AAAAAAAAAB8/biiUxyxtyYs/s72-c/SR7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-33302272449844542</id><published>2007-03-15T15:15:00.000+07:00</published><updated>2007-03-15T15:26:27.944+07:00</updated><title type='text'>HARI MINGGU di Sokoria</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dentang lonceng dari menara Gereja St. Maria de Fatima menyeruak, membuka pagi yang sepi dingin di Sokoria, memanggil umatnya untuk bergegas datang bersimpuh sujud sejenak di Rumah Tuhan. Gaungnya terdengar hingga jauh ke seluruh perkampungan Sokoria, juga sampai ke perbukitan dan lembah di sekitarnya. Lonceng akan berdentang panjang dua kali dengan jarak waktu kurang lebih 30 menit. Dentangan ketiga pendek saja, tanda ibadah dimulai. Umat sudah mengerti aturan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, tua &amp; muda, besar &amp;amp; kecil, umat Tuhan berbondong-bondong mulai berdatangan. Dari atas bukit umat Leledala, Kenaguka &amp; Wololele bergegas turun. Dari Sokoria Nuaria, umat cepat-cepat datang mengitari &amp;amp; menyeberangi Lowo Lande. Umat Nuanoka, Wolosambi, Nuamuri juga demikian. Tidak ketinggalan umat Kopoone &amp; Detuboti yang dekat dengan Gereja. Hari minggu adalah hari Tuhan, hari istimewa. Semuanya harus ke Gereja. Kebiasaan yang boleh dibilang sudah menjadi bagian dari kehiduban masyarakat di sini sejak Misi Khatolik diperkenalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu umat memasuki Gereja, kecuali murid-murid SDK Sokoria 1 &amp;amp; SDK Sokoria 2. Mereka harus berbaris rapih dahulu di depan Gereja, kemudian sesaat sebelum ibadah dimulai, satu persatu mereka masuk dengan tertib dipandu salah seorang guru mereka. Anak-anak Sekolah Dasar mengambil tempat paling depan, di dekat altar. Anak-anak Tuhan yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lonceng berdentang tiga kali, tanda ibadah minggu dimulai. Ibadah biasa tanpa imam/pastor berlangsung kurang lebih satu jam. Umat duduk bersimpuh saja di lantai ubin karena belum ada bangku-bangku atau tempat duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun, sejak agama Khatolik masuk ke Sokoria hingga saat ini, Ibadah hari Minggu biasa hampir selalu tanpa Imam/Pastor. Ibadah cukup dipimpin oleh salah seorang Pro Diakon, seorang Guru Sekolah atau salah seorang Pengurus Stasi. Pada hari raya Natal atau Paskah baru ada Imam/Pastor yang berkunjung ke Stasi Sokoria. Umat Stasi Sokoria sudah sangat maklum dengan keadaan ini. Sudah terbiasa. Tetap menjalaninya dengan semangat dan penuh iman. “Dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam NAMAKU, AKU ada di tengah-tengah mereka.” Keyakinan ini sudah lebih dari cukup. Janji Tuhan pasti ditepati. Dan satu hal yang sangat menghibur umat di sini adalah bahwa benih panggilan rohani tumbuh cukup subur di ladang Gereja St. Maria de Fatima. Beberapa putra Sokoria tertarik untuk belajar di Seminari, sekolah pendidikan calon imam. Dan saat ini Sokoria telah mempersembahkan 4 (empat) orang putra terbaiknya menjadi Imam Tuhan/Pastor. Berkat Tuhan sungguh nyata di sini. “Terima kasih Tuhan karena Engkau berkenan pada hamba-hambaMU yang hina dina ini”.&lt;br /&gt;Seperti sang surya yang tak pernah lupa bersinar setiap hari dan tak pernah meminta apapun dari makhluk bumi ini, demikian juga kita hendaknya. Memberi tak perlu berharap kembali. Jika hingga saat ini Gereja tua kita tak punya seorang Imam yang tetap, sudahlah. Mungkin kita belum layak memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari minggu, hari yang dikuduskan Tuhan. Di Gereja tua, setialah kita untuk tetap bertemu dan berkumpul. Mengucap syukur dan berterima kasih. Tuhan sungguh mencintai kita, menjaga kita seperti biji mataNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai ibadah minggu biasanya dilanjutkan dengan bermain sepak bola di lapangan depan gereja, atau bermain volley, atau duduk-duduk bercerita dengan saudara dan teman-teman. Hingga senja tiba dan Sokoria kembali terlelap dalam gelap, dalam kabut dingin, menanti esok tiba untuk kembali ke ladang dan sawah di lereng-lereng bukit dan lembah nan elok permai. Damai kampungku. Terberkatilah engkau. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-33302272449844542?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/33302272449844542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/03/hari-minggu-di-sokoria.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/33302272449844542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/33302272449844542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/03/hari-minggu-di-sokoria.html' title='HARI MINGGU di Sokoria'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-4803948365378705356</id><published>2007-02-23T10:41:00.000+07:00</published><updated>2007-02-23T11:13:04.401+07:00</updated><title type='text'>LAGU-LAGU Masa PraPaskah</title><content type='html'>Sekedar mengingat kembali lagu-lagu Masa Puasa dalam Bahasa Lio, berikut adalah teks beberapa lagu dari Jala da gheta Surga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;LELE SAI MIU SERANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Lele sai miu Serani, susa o Aku dau nesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;ngai dosa miu dingeni, wee tau miu bheni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Nara sai nebu ina, ngaji sai noo ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Reff:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;O Yesus mi, O Yesus mi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Kau nesi susa ria, puu dosa kami gha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Mae' uku kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Mai ata tolo sai Aku, leka Getsemani maru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;ngai puu' sala o miu, Ra Neku bere ina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Tau ate bea sai kau, ngaji sai noo ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Reff....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Nuka da gheta Kalvari, wangga noo salib eo ndate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Ghai' lima mo pere talo, kau laka Aku saloo'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Tau ate bea sai kau, ngaji sai noo ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Reff....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Ai leka Salib wee' mata, Ra Neku mbeja dau loka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;ngai paku ria dau toka, Ghai' noo Lima Neku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Tau ate bea sai kau, ngaji sai noo ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Reff....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;AI KOLO BENU NEKA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Ai Kolo benu neka, ai Kolo benu ra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Kau Yesus Raja Surga, Kau Raja Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Sai tege gulu karo leka Kolo Santo Kau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;O Yesus dosa neku, tau susa Ate Kau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Kau Yesus sala iwa, Pilatus uku Kau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Kau sore kami mbeja, tau mega Ema Kau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Terima kasih Yesus, ngai ola kema Kau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Aku moo wua mesu noo' Kau, du limba wee'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Kau Ana Lembu Allah, Kau soi' kami na&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Kau wiki dosa kami, Kau loka lewa Ra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;O pati ngawu Surga, tau masa mae neku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;O Yesus pati ampun, tau aku fonga ndu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan masih ingat lagu / notasinya. Selamat bernyanyi, selamat merenungkan arti Sengsara &amp;amp; Wafat Yesus Kristus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-4803948365378705356?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/4803948365378705356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/lagu-lagu-masa-prapaskah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4803948365378705356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4803948365378705356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/lagu-lagu-masa-prapaskah.html' title='LAGU-LAGU Masa PraPaskah'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-4247120812334817917</id><published>2007-02-19T11:00:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T13:24:54.510+07:00</updated><title type='text'>MASA PRA PASKAH di Sokoria</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tak terasa hampir 2 (dua) bulan kita memasuki tahun 2007. Sebentar lagi Umat Khatolik seluruh dunia akan merayakan Paskah Kebangkitan Yesus yang diawali dengan Masa Pra Paskah /Masa Tobat / Masa Puasa selama kurang lebih 40 (empat puluh) hari. Lusa hari Rabu, 21 Februari 2007 adalah Hari Rabu Abu, hari dimulainya masa Pra Paskah, dimana setiap umat Khatolik menerima abu sebagai tanda tobat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ingat masa kecil dahulu ketika masih menetap di Sokoria. Masa Pra Paskah punya arti tersendiri. Suasananya lain daripada hari-hari biasa. Setiap hari Jumat sore ada Upacara Jalan Salib di Gereja. Biasanya dipimpin oleh salah seorang Bapak /Ibu Guru SDK Sokoria 1 / 2, atau SMP Sekolengo atau, salah seorang Pengurus Stasi. Teringat Bp Alfons Wiku, Bp Stefanus Lagu, Bp Leo Y Bea, Bp Pius Tara (alm.), Bp Nico Djoka, Bp Darius Riu, Bp. Malkus Dhapi, Rm. Marten G Kira &amp; Rm Silvester Oba yang pada masa itu masih berprofesi guru awam, Bp Domi Weki (Stasi Pintu Surga / Detuboti), dll. Jalan Salib dalam Bahasa Lio yang sadhu &amp;amp; hikmat, diiringi Nyanyian Lio juga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ine gudu lele seru ata naka Tuhan Yesus, teo gheta Golgota..." dst.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;atau "Lele sai miu serani susah eo aku dau nesi, puu' sala miu di ngeni..."dst.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Upacara Liturgi Khatolik yang sudah menyatu dengan kehiduban sehari-hari orang Sokoria, menjadi tradisi turun temurun yang tidak terpisahkan dari budaya dan adat istiadat setempat. Masih bertahankah kebiasaan ini? Atau sudah terkikis oleh perjalanan waktu dan pengaruh modern yang masuk ke Sokoria?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Usai Jalan Salib adalah saat yang juga ditunggu oleh kami (saat itu) anak-anak SD untuk bermain sepak bola di lapangan rumput persis di depan Gereja St. Maria Fatima. "Jala Gheta vs Jala Lau" dengan jumlah tanpa batas. Yang tergabung dalam Group Jala Gheta adalah anak-anak Sokoria Nuaria, Leledala, Kenaguka dan Wololele; sedangkan Group Jala Lau adalah anak-anak Detuboti, Kopoone, Nuamuri, Wolosambi dan Nuanoka. Semua anak boleh turun main. Tanpa Wasit. Ramai sekali. Bermain tanpa batas waktu tertentu dan baru akan berakhir jika matahari sudah hampir menghilang di balik "Lae' Ghai'". Bermain penuh dengan canda, tawa serta sorak sorai. Tidak ada perkelahian, hanya ada ambisi untuk membuat goal sebanyak-banyaknya ke gawang lawan. Betul-betul kegembiraan spontan bocah-bocah kampung yang polos.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lain lagi suasana di rumah-rumah. Setiap hari Jumat dalam Masa Pra Paskah adalah hari pantang dan puasa. Pantang artinya tidak pakai garam dan lombok/cabe dalam masakan, juga tidak makan daging. Pantang berlaku untuk semua umur. Puasa artinya boleh makan kenyang 1 (satu) kali saja dalam sehari, berlaku hanya untuk orang dewasa (kira-kira 17 tahun ke atas). Tidak boleh ada pesta-pesta atau keramaian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cerita di atas hanyalah sepenggal memory yang masih tersimpan sangat baik di dalam lubuk hati saya. Teman-teman atau saudara-saudaraku yang lain pasti punya cerita sendiri tentang Pra Paskah di Sokoria. Kenangan yang teramat manis. Mudah-mudahan kebiasaan-kebiasaan baik ini terus terpelihara di Sokoria.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#333300;"&gt;Berikut ini adalah image/foto Pohon Zaitun di Taman Getsemani masa kini, tempat di mana Tuhan Yesus berdoa pada malam menjelang sengsara dan wafatNYA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#333300;"&gt;Pohon ini sudah berumur sekitar 900 - 1000 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5033115116002048114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" height="304" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/Rdk3iArzeHI/AAAAAAAAAAs/A4yso9YWWxQ/s320/Israel_Ancient+olive+tree+in+Garden+of+Gethsemane.jpg" width="391" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Ancient olive tree in Garden of Gethsemane.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333300;"&gt;The olive trees did not weep when Jesus was crucified but they twisted in pain.&lt;br /&gt;These trees are around 900-1000 years old. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-4247120812334817917?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/4247120812334817917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/masa-pra-paskah-2007.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4247120812334817917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/4247120812334817917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/masa-pra-paskah-2007.html' title='MASA PRA PASKAH di Sokoria'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/Rdk3iArzeHI/AAAAAAAAAAs/A4yso9YWWxQ/s72-c/Israel_Ancient+olive+tree+in+Garden+of+Gethsemane.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-8656178166855718971</id><published>2007-02-16T16:10:00.000+07:00</published><updated>2007-02-16T16:37:15.852+07:00</updated><title type='text'>TELEPON SELULAR sudah bisa digunakan di Sokoria (lanjutan)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bersyukur dan senang.. mungkin itu yang dirasakan orang Sokoria. Kini, jauhnya jarak tidak lagi menjadi kendala yang berarti untuk bisa berkomunikasi dengan sesama saudara yang ada di kampung halaman. Handphone, alat komunikasi modern ini menjadi sarana yang mendekatkan jarak hingga beribu-ribu kilometer. Di sudut dunia manapun kita berada, kita dengan leluasa bisa berhubungan satu sama lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Jauh di mata tetapi dekat di telinga," mungkin ini ungkapan yang tepat. Alangkah senangnya bisa mendengar langsung suara orang-orang tercinta di ujung sana. Mereka yang bertahun-tahun telah kita tinggalkan. Mereka yang bertahun-tahun selalu kita rindukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat menikmati layanan tehnologi modern.   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-8656178166855718971?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/8656178166855718971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/telepon-selular-sudah-bisa-digunakan-di_16.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8656178166855718971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/8656178166855718971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/telepon-selular-sudah-bisa-digunakan-di_16.html' title='TELEPON SELULAR sudah bisa digunakan di Sokoria (lanjutan)'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-3460385551186897381</id><published>2007-02-15T20:41:00.000+07:00</published><updated>2007-02-15T20:54:39.512+07:00</updated><title type='text'>TELEPON SELULAR sudah bisa digunakan di Sokoria</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berita gembira ini disampaikan Kae' Adam Musi dari kota dingin Ruteng - Flores hari ini Kamis, 15 Februari 2006.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"... sekarang ini penggunaan HP di sokoria sudah bisa karena dipusat kota kecamatan Ndona Timur sudah di bangun relly Telkomsel." Demikian Kae' Adam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cerita selanjutnya besok lagi ya... sudah malam nih... aku mau tidur dahulu, biar tetap segar bangun esok pagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat malam, selamat tidur.... Tuhan beserta kita.   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-3460385551186897381?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/3460385551186897381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/telepon-selular-sudah-bisa-digunakan-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3460385551186897381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/3460385551186897381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/telepon-selular-sudah-bisa-digunakan-di.html' title='TELEPON SELULAR sudah bisa digunakan di Sokoria'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-6644415820355621268</id><published>2007-02-12T12:35:00.000+07:00</published><updated>2007-02-12T14:03:53.945+07:00</updated><title type='text'>BANJIR melanda Jakarta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sabtu, 3 Februari 2007, kurang lebih mulai pkl 00.30 WIB, hujan lebat mengguyur Ibu Kota Jakarta. Tidur yang baru mulai lelap harus terjaga. Biasanya kalau hujan begini deras akan menyebabkan banjir di Jakarta. Tak salah prakiraan ini, beberapa saat kemudian banjir mulai merendam hampir seluruh wilayah kota hingga beberapa hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terkecuali beberapa keluarga Sokoria yang tersebar di beberapa sudut kota ikut menikmati anugerah yang berlebihan ini. Di Sunter Jakarta Utara, rumah beberapa keluarga sempat dikunjungi banjir hingga ketinggian 20 cm. Syukurlah cuma numpang lewat saja. Setelah hujan reda sang banjir pun pamit pergi. Di Bekasi juga sama ceritanya. Lain cerita tentang keluarga yang tinggal di daerah Grogol dan Kalideres Jakarta Barat. Rumah mereka sempat terendam hingga beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini pasti menyebabkan kerugian-kerugian materi, pengalaman yang tidak enak (tentu kita serba kerepotan jika rumah kita terendam banjir, susah ke dapur, tidur tidak nyaman, susah mandi, susah ke toilet, dst) dan menyisakan kenangan yang kurang menyenangkan. Harapan semoga kita semua tetap sabar, tetap semangat untuk melakukan hal-hal lain yang berhubungan dengan hidup kita sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Simpati kami untuk Kel. Bp. Pius Paru dan Kel. Bp. Yan Nai di Jakarta Barat, Kel. Bp. Klemens Re &amp; Kel. Bp Gabriel Ghawa di Bekasi, Kel. (alm) Bp. Thomas Tenda &amp;amp; Kel. Bp. Domi Dosa di Jakarta Utara, juga keluarga lain yang tidak kami sebutkan di sini karena belum ada informasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Salam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-6644415820355621268?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/6644415820355621268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/banjir-melanda-jakarta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/6644415820355621268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/6644415820355621268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/02/banjir-melanda-jakarta.html' title='BANJIR melanda Jakarta'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-5617130119469195126</id><published>2007-01-15T17:56:00.000+07:00</published><updated>2007-01-23T18:22:02.705+07:00</updated><title type='text'>Orang Muda IKS Jakarta "Menari Nggo Lamba"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Jumat 5 Januari 2006, orang muda Ikatan Keluarga Sokoria (IKS) Jakarta ikut ambil bagian dalam acara Reuni Alumni SMEAK St. Gabriel Maumere di Jakarta. Mereka membawakan Tarian Nggo Lamba dalam Perayaan Misa Syukur yang dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Sensi Poto Kota, Pr.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Reuni alumni SMEAK St. Gabriel Maumere, lalu kenapa harus anak muda IKS yang menari? Entahlah… Yang pasti, adalah suatu kehormatan, bahwa kita yang diminta. Juga kesempatan yang baik bagi Aldo, Wemi, Densi, Yus, Nade, Siska, Len, dkk. serta Niko, Bani, Marcel, kae Ferdy Tola, dkk. unjuk kebolehan bermusik Nggo Lamba&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RatfWGCXHlI/AAAAAAAAAAg/0lBEdgYYyt0/s1600-h/Re-exposure+of+Re-exposure+of+Re-exposure+of+grouptari.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5020211042816826962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RatfWGCXHlI/AAAAAAAAAAg/0lBEdgYYyt0/s320/Re-exposure+of+Re-exposure+of+Re-exposure+of+grouptari.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &amp; menari Lio di hadapan Mgr. Sensi &amp;amp; Tokoh-tokoh NTT yang diundang seperti Bpk. Frans Seda, Bpk. Ben Mboy, serta Alumni SMEAK St. Gabriel, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi harus kita maknai bahwa ini adalah misi kita untuk memperkenalkan Sokoria (Lio) dengan segala keunikan budayanya kepada siapa saja. Sokoria akan selalu hidup dalam hati, dalam jiwa, dalam gerak langkah putra-putrinya dimanapun berada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus maju.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-5617130119469195126?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/5617130119469195126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/01/orang-muda-iks-jakarta-menari-nggo.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/5617130119469195126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/5617130119469195126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/01/orang-muda-iks-jakarta-menari-nggo.html' title='Orang Muda IKS Jakarta &quot;Menari Nggo Lamba&quot;'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/RatfWGCXHlI/AAAAAAAAAAg/0lBEdgYYyt0/s72-c/Re-exposure+of+Re-exposure+of+Re-exposure+of+grouptari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-212652474218267809</id><published>2007-01-12T12:28:00.000+07:00</published><updated>2007-01-13T13:16:09.594+07:00</updated><title type='text'>SOKORIA sekilas</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/Rah1O2CXHkI/AAAAAAAAAAU/zvew1Oa4g2g/s1600-h/Sokoria_Nuaria.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5019390682588454466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 141px; CURSOR: hand; HEIGHT: 129px" height="216" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/Rah1O2CXHkI/AAAAAAAAAAU/zvew1Oa4g2g/s320/Sokoria_Nuaria.jpg" width="228" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#993300;"&gt;Perkampungan Sokoria berada di wilayah Pemerintahan Kabupaten Ende – Lio, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di atas ketinggian pegunungan, Sokoria beriklim sangat sejuk sepanjang tahun dan cenderung dingin pada malam hari. Perkampungan Sokoria dikitari gunung-gunung. Di Timur menjulang gunung Kelinabe, di sebelah Barat tegak berdiri gunung Kelikiku, Utara dipagari oleh pegunungan Rate Beke, Mutu Busa dan Ae Moka, di Selatan pemandangan membentang lepas hingga Laut Sawu, Pantai Ngalu Polo (Selatan Pulau Flores).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijau pepohonan hutan, belukar dan tanaman pertanian, juga banyaknya mata air gunung adalah bukti suburnya tanah Sokoria. Bekas gunung api Mutubusa dengan kandungan vulkaniknya juga turut menunjang kesuburan lahan bertani penduduk. Bermacam tanaman pertanian bisa tumbuh di Sokoria. Sayur, buah-buahan, rempah-rempah, palawija, padi, jagung, umbi-umbian, tanaman perdagangan seperti kemiri, kopi, cengkeh, vanili, cokelat, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Sokoria adalah masyarakat petani tradisional dengan kehiduban sosial budayanya yang unik, khas Lio (nama salah satu suku di kabupaten Ende), akrab dengan adat istiadat. Menanam, memanen dan syukuran selalu diawali dengan ritual adat. Begitu juga dengan membangun rumah. Mosalaki , Riabewa, Kopokasa adalah sebutan untuk para Tetua Adat. Merekalah yang memimpin ritual-ritual adat. Keda dan Sao Ria adalah rumah-rumah adat beratap ilalang dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. &lt;em&gt;(Tentang Adat Istiadat dan keunikan lainnya, mudah2an akan diceritakan lebih terperinci pada kesempatan yang akan datang) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehiduban sosial ekonomi masyarakat di Sokoria tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Pola bertani tradisional tentu tidak akan mendatangkan hasil yang luar biasa. Perlu diupayakan pola bertani modern yang bisa diterapkan di Sokoria mengingat topografi Sokoria yang kurang menguntungkan meskipun lahannya subur. Sawah dan ladang orang Sokoria kebanyakan berada di lereng-lereng bukit dan lembah, sedikit yang berada di dataran. Namun satu hal baik yaitu bahwa penduduk Sokoria adalah petani yang rajin dan ulet. Sedikit demi sedikti mereka terus berupaya membangun kehiduban ekonominya, juga memperjuangkan pendidikan bagi anak-anak mereka. Maka terus lahirlah generasi baru Sokoria dengan pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi, berprofesi sebagai guru, dosen, pekerja kantoran pemerintah / swasta, pelaku bisnis, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak geografis Sokoria cukup strategis, dilewati jalan alternatif yang menghubungkan beberapa kecamatan atau desa lain (Wolowaru, Jopu, Wolojita, Wolopau, Roga, Demulaka, Kurulimbu) dengan ibu kota kabupaten Ende. Ini pula yang mengilhami Pemerintahan Kolonial Belanda dahulu yang menjadikan Sokoria sebagai salah satu tempat persinggahan. Misi Khatolik juga telah mendirikan Sekolah Rakyat di sini sejak tahun 1918.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, cukup lama Sokoria terisolasi karena tidak ada akses jalan raya. Pergi dan pulang ke kota Ende atau ke tempat lain selalu dengan berjalan kaki. Alat transportasi utama saat itu adalah kuda untuk mengangkut barang-barang keperluan sehari-hari dari kota.&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 1990, ke Sokoria sudah bisa ditempuh dengan alat transportasi modern, mobil dan sepeda motor. Seiring dengan pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi di Mutubusa, semakin baik juga kondisi jalan raya menuju Sokoria saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WELCOME TO SOKORIA, selamat menikmati indahnya alam, sejuknya hawa, dinginnya malam, hangatnya pancuran Aemu (mata air hangat), uniknya ritual adat, Gereja Tua St. Maria de Fatima, senyum ramah penduduk, dsb. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-212652474218267809?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/212652474218267809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/01/sokoria-sekilas.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/212652474218267809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/212652474218267809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/01/sokoria-sekilas.html' title='SOKORIA sekilas'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PPxCnuiEu_Q/Rah1O2CXHkI/AAAAAAAAAAU/zvew1Oa4g2g/s72-c/Sokoria_Nuaria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7904961750305003394.post-1419327535529236037</id><published>2007-01-10T17:29:00.000+07:00</published><updated>2007-01-12T12:27:42.429+07:00</updated><title type='text'>INTRODUCTION</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Hi Hallo... mudah-mudahan ini pertemuan dan awal yang menyenangkan bagi semua putra dan putri Sokoria di manapun berada, teristimewa bagi yang ada di rantauan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Januari, awal tahun 2007, mula kami hadir di dunia maya ini untuk menyapa kalian, berbagi cerita tentang Sokoria, juga berita tentang kegiatan komunitas-komunitas orang Sokoria di mana saja (Jakarta, Bandung, Malang, Kupang, Ende, Ruteng, Bajawa, Maumere, Larantuka, dsb.).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Kiranya cerita atau berita yang disajikan bisa mengobati kerinduan akan tanah leluhur Sokoria, juga bisa memberikan informasi seputar perkembangan Sokoria dari waktu ke waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;"Mai sai kita lei sawe ndawi lima, deo negi, mae' wia' mae' bagi. Kita boka ngere ki bere ngere ae, tau dari nia pase lae'. Mai kita sama-sama kema pawe tau gare jie nua kita Sokoria."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;TUHAN MEMBERKATI &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7904961750305003394-1419327535529236037?l=sokoria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokoria.blogspot.com/feeds/1419327535529236037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/01/introduction.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/1419327535529236037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7904961750305003394/posts/default/1419327535529236037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokoria.blogspot.com/2007/01/introduction.html' title='INTRODUCTION'/><author><name>SOKORIA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09930991394511004243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
