Thursday, September 20, 2007

JADI PETANI, KENAPA TIDAK?

PT. EAST WEST SEED INDONESIA GELAR TEKNOLOGI PERTANIAN Selasa, 18 September 2007 20:28:18 Dalam jaringan kemitraan dengan petani dan pengguna jasa pertanian, PT. East West Seed Indonesia bekerja sama dengan Toko Sahabat Tani Ende mengadakan “Gelar Teknologi Pertanian “ di kebun Misi SVD Ende di Bhoanawa Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan. Marketing dan Representer PT. East West Seed Indonesia wilayah NTT Widodo dalam pemaparannya mengatakan dengan pelatihan ini kita harapkan wawasan petani dan semua pihak yang berhubungan langsung dengan pertanian bisa ditambah, hingga akhirnya kita bisa menikmati hasil-hasil pertanian.

Pelatihan ini harus mulai dari dasar karena banyak petani belum cukup mahir dalam berbagai teknologi dan cara-cara praktis pertanian yang terbaru dan juga paling efektif, “kata Widodo.

Widodo menyayangkan bahwa tanah wilayah Kabupaten Ende dan Flores pada umumnya tergolong subur, tidak diolah dengan sempurna. Sebenarnya dengan keadaan rill seperti ini masyarakat Ende bisa kaya-kaya semuanya, hanya kita kurang menggunakan sarana dan teknologi yang ada dengan baik. Kita perlu merubah pola pikir, sesudahnya mulai dengan penerapan pertanian yang tepat guna.

Pengelola Toko Sahabat Tani Herbertus Joseph Nono mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan input dan juga rangsangan kepada petani tentang bagaimana mengolah serentak mengelola sebuah pertanian dan lahannya dengan berhasil. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan mengadakan konsultasi pertanian dengan distributor produk-produk “ Cap Panah Merah “ yang selama ini dihasilkan PT. East West Seed Indonesia.

Pastor Alo Wuring, SVD selaku tuan rumah penyelenggara mengharapkan agar teknologi yang diperkenalkan ini, petani bisa membangun diri dan keterpurukan serentak memperoleh hasil pertanian yang baik dan mensejahterakan.

Selain gelar teknologi, penyelenggara juga memfasilitasi berbagai pelatihan praktis soal pertanian di dataran rendah dan dataran tinggi, khususnya menyangkut pembibitan, persemaian, teknik pembuatan bedeng tanam dan juga perawatan serta pemeliharaan.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai elemen masyarakat, antara lain kelompok tani yang berasal di Kabupaten Ende, Sikka, Ngada dan Lembata, Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Flores, Dinas Pertanian, dan Penyuluh Pertanian Lapangan.(adm/pac)

Sumber : www.ende.go.id

Monday, July 9, 2007

RENOVASI GEREJA ST. MARIA FATIMA

Duduk bersimpuh di lantai ubin berdebu, khusuk mengikuti ibadah mingguan yang hampir selalu tanpa imam. Doa-doa dan nyanyian menyeruak dalam keheningan alam. Kian indah dan sadhu ketika burung-burungpun turut berkicau dan semilir angin gunung berhembus lembut. Tak terasa hari minggu demi hari minggu terlewati, bulan dan tahun-tahunpun berlalu. Gadis-gadis mungil yang biasanya bersimpuh di depan altar kini sudah duduk bersama dengan umat dewasa lainnya, telah menjadi gasis dewasa atau ibu rumah tangga, begitu juga dengan jagoan-jagoan kecil kini sudah jadi lelaki tangguh atau bapak bagi putera / puteri kecilnya. Rutinitas inipun terus berlanjut tanpa banyak perubahan meskipun Sokoria umunya telah sedikit berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Gereja St. Maria Fatima seorang Ibu yang merangkul, melindungi putera / puterinya dari terpaan angin, teriknya matahari dan dinginnya hawa pegunungan, juga kian tua dan rapuh. Tembok kasar yang tak pernah selesai dipoles sudah retak-retak dan rontok di sana sini. Bingkai-bingkai jendela yang tak pernah berkaca sudah rapuh dan remuk di beberapa tempat. Atap seng sudah karatan dimakan usia. Guncangan gempa tektonik 1991 juga ikut mempercepat proses tuanya.

Sudah saatnya umat Stasi Sokoria bergandengan tangan, bahu membahu membangunnya kembali menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman bagi umat. Dengan hati dan dengan cinta kita dukung segala macam upaya untuk memperbaikinya. Tuhan pasti memberi pertolongan dalam usaha ini bila kita melakukannya dengan niat yang tulus suci.

Mari kita bersama-sama berjuang.

"ORA ET LABORA"

Kepala Desa Sokoria Periode 2007-2012

Dari daratan Nusa Nipa, Flores tercinta, Kae' Adam Musi yang baik hati kembali memberikan informasi dari Sokoria mengenai pergantian Kepala Desa. Terima kasih banyak karena selama ini kae' selalu memberikan informasi2 penting kepada kami via SMS atau via email.


Puji Tuhan karena pemilihan KADES di Sokoria sudah terlaksana dengan baik. Aji/Ana/Kae/ Eja, saudara kita Arkadius Soba (bung AS) terpilih menjadi KADES Sokoria periode 2007 - 2012, menggantikan Bp. Matheus Dasi.


Selamat bertugas untuk Pak KADES yang baru dan terima kasih banyak untuk Bpk. Matheus Dasi yang telah berkarya selama tahun-tahun yang silam.


Seiring dengan perkembangan zaman, modernisasi, kemajuan teknologi & komunikasi yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat (pola berpikir dan kehiduban sosial ekonomi & budaya), tentu Sokoria juga menghadapi tantangan tersendiri; berat kalau dihadapi sendiri-sendiri, tetapi secara bersama antara pemerintah dan masyarakat pasti akan bisa terselesaiakan tahap demi tahap.

Untuk itu besar harapan agar seluruh masyarakat Sokoria, baik yang tinggal menetap di Sokoria maupun yang ada di perantauan untuk bahu membahu, bersatu padu, saling mendukung segala macam program atau kegiatan kemasyarakatan. Bukan sebatas wacana atau omong-omong saja, tetapi wujudkan dalam karya nyata. Galakan semangat persatuan dan persaudaraan, bukan sikut-sikutan atau mengkotak-kotakan satu dengan yang lain; kami dari KODEN, kamu dari KEWOLE, atau mereka dari Sokoria Nuaria; kami ata nua, miu ata guru/pegawai/ana sekolah. Buang jauh-jauh cara pandang seperti itu. Desa Sokoria pasti mengalami kemajuan jika kita semua bersatu padu dalam persaudaraan, satu semangat dalam membangun. Sokoria hanya bisa dibangun oleh orang Sokoria, bukan orang lain.
Harapan untuk KADES yang baru dan jajarannya, agar bisa membawa Sokoria ke arah yang lebih baik, menuntun masyarakat Sokoria (ana kalo noo faiwalu) dengan bijaksana, dalam semangat persatuan dan persaudaraan. Memimpin dengan hati nurani / cinta kasih, merangkul semua komponen masyarakat; mosalaki, kopokasa, dua ria one nua, anakalo faiwalu, para guru, pegawai, anak sekolah, pastor, pengurus gereja, dsb.
Semua harapan ini bisa terwujud jika kita bersatu dan mau bekerja keras.
Tuhan memberkati.

Friday, April 20, 2007

IKS Ruteng Manggarai

Dari dusun2 kecil di kaki Kelikiku, anak-anak Sokoria mengembara meraih rejeki untuk bekal kehiduban, menyebar ke beberapa kota di NTT maupun di luar propinsi ini. Sampai juga di kota kabupaten ujung barat Nusa Nipa, Pulau Flores. Di kota dingin Ruteng, Kabupaten Manggarai, tidak ketinggalan anak-anak Sokoria bergabung dalam komunitas Ikatan Keluarga Sokoria (IKS) Ruteng.
Berikut adalah sepintas berita tentang IKS Ruteng yang dikirim by email oleh Bpk. Adam Musi.
".... ya keadaan kami IKS di Manggarai sampai dengan saat ini adalah 18 KK. Kegiatan kami adalah Arisan dan Simpan Pinjam, modal kami hingga saat ini adalah sekitar 25 juta yang beredar, setiap anggota sudah boleh pinjam 1 s/d 1,5 jt. Simpanan Pokok 100 ribu dan simpanan Wajib 10.000 ribu keadaan anggota memang agak lamban berkembang karena banyak orang sokoria yang merantau ke Malaysia. kami juga merangkul semua orang Sokoria dan anak-anaknya yang menikah dengan pihak lain untuk bergabung; lumayan aktivitasnya."
Terima kasih kae' Adam. Ini berita bagus buat Sokoria perantau di tempat-tempat yang lain; bisa dijadikan bahan perbandingan. Bersama-sama membangun kehidupan perekonomian adalah hal yang baik.
Untuk diketahui, anggota IKS Manggarai rata2 adalah para pedagang dan pengusaha kecil.